JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Visitors Counter

762
TodayToday25
YesterdayYesterday131
This_WeekThis_Week314
This_MonthThis_Month762
All_DaysAll_Days762

Info Aktual

Inhil- BPTP Riau kembali membuktikan keberhasilan  teknologi jarwo super meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut, dari hasil ubinan pada saat panen raya yang dilakukan beberapa hari yang lalu di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir dengan provitas mencapai 7,4 ton/ha GKP sedangkan provitas teknologi petani dengan varitas yang sama hanya 5,1 ton/ha sehingga terjadi peningkatan sebesar 2,3 ton/ha.

Kegiatan panen raya dihadiri oleh Bupati Indragiri Hilir di wakili Kepala Dinas TPHP Kab. Inhil, Kepala BPTP Riau yang diwakili Ka. Sie KsPP, Pasi Ter Kodim 0314/Inhil, Camat Kempas, Danramil 03/TPL, Kapolsek Kempas, UPTD TPHP Kec. Kempas, Lurah Kempas Jaya, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Kelompok Tani Setya Karya.

Panen raya ini dilaksanakan pada demfarm BPTP Riau seluas 10 ha, menggunakan varietas Batang Piaman dengan mengintroduksikan komponen teknologi jarwo super diantaranya adalah pemberian pupuk hayati (agrimeth) dan decomposer (m-dec). Selain teknologi jarwo super BPTP Riau juga mengintegrasikan itik Pitalah/dara itik petelur yang diharapkan menjadi tambahan penghasilan petani. Jumlah itik yang dipelihara adalah 120 ekor betina, 16 ekor jantan dan saat ini sudah menghasilkan telur ± 15 butir/hari (permulaan produksi telur). Telur-telur tersebut nantinya dapat ditetaskan untuk meningkatkan populasi itik atau dijual.

Tim Upsus Provinsi Riau pada saat temu lapang yang dilaksanakan sebelum panen raya, Dr. Yudi Sastro mengatakan dengan mengintegrasikan itik padi jarwo super ini di lahan Pasang Surut ini diharapkan dapat memantapkan kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas Telur Itik dan Padi serta pendapatan Petani dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah.

Pada kesempatan ini, Fahroji,S.TP.,M.Sc selaku Kasi Kerjasama dan Pelayanan pengkajian BPTP Riau, bahwa teknologi yang diintroduksikan adalah teknologi ramah lingkungan dengan meminimalisir penggunaan pestisida dan pupuk anorganik, peningkatan kesuburan tanah dari aktivitas itik di sawah dan tersedianya, sumber pakan itik dari sawah seperti keong piangang dan ulat. “Teknologi jarwo super telah diintroduksikan di beberapa kabupaten seperti Indragiri Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Siak. Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan provitas padi dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani” tambahnya


Selanjutnya Kuswari, Kepala Dinas TPH Inhil mengharapkan kerjasama terus terjalin antara Pemda Inhil dan BPTP Riau dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Write comment (0 Comments)

Panen bersama demfarm padi menggunakan teknologi jarwo super di Kelurahan Kotabaru Reteh, Kecamatan Keritang, Kab Indragiri Hilir.

Kegiatan ini dihadiri oleh PJ. Upsus Provinsi Riau, Dr. Hardiyanto, Kepala Dinas TPH dan Peternakan Inhil, Ir. Kuswari, MP, BPTP Riau, Camat, Polsek, Lurah, Babinsa, dan Kelompok Tani.

Acara diawali dengan panen bersama demfarm seluas 5 ha. Varietas yang digunakan adalah Batang Piaman. Pengukuran ubinan menunjukkan provitas Batang Piaman adalah 6.8 ton/ha GKP, sedangkan provitas eksisting adalah 4 ton/ha atau naik 2.8 ton.

Dalam sambutannya, Dr. Hardiyanto mendorong petani untuk meningkatkan pertanaman padi dari sekali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun.

Kuswari, MP dalam sambutannya mengapresiasi upaya Kementan melalui BPTP Riau yang terus mendukung pertanian khususnya di Kab. Indragiri Hilir. Dinas juga terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Indragiri Hilir melalui berbagai program.

Beberapa masalah yang dihadapi petani adalah adanya intrusi air laut, combine harvester yang tidak bisa dimanfaatkan karena terlalu besar, alih fungsi lahan, dan pengelolaan UPJA yang belum optimal.


Write comment (0 Comments)

"Padi Inpago 9 tumbuh sangat baik dan harapan kita semua tidak lama lagi kita akan melaksanakan panen. Anggapan bahwa di bulan mei tidak bisa tanam padi  karena musim kering terbantahkan karena kegiatan ini membuktikan bahwa padi  dapat tumbuh pada musim kering dengan penerapan teknologi inovasi tentunya" ujar Ka. BPTP Riau Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP dalam sambutannya saat membuka acara Temu Lapang Largo Super di Desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak (14/08/2018).

Acara ini dihadiri Ka. BPTP Riau Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP,  Kabid Tanaman Pangan Dinas TPH Bun Prov. Riau Ir. Gusriani, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Siak Suwandi, SP,  beserta jajarannya, Ka UPT Perbenihan Maspindo, Sekcam Kec. Dayun Rizanaky Kadri, Babinsa Kec. Dayun Zamzami, Kades Teluk Merbau Rudi, dan Kades Brumbung Baru Sunarto serta Tim Kegiatan Largo Super.

Pada kesempatan ini Ir. Gusriani menyampaikan bahwa dalam mendukung program pemerintah swasembada beras Provinsi Riau masih kekurangan oleh karena itu pengembangan padi lahan kering inilah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai swasembada beras. Provinsi Riau dalam proses pengembangan padi lahan kering sangat potensial karena lahan-lahan perkebunan akan melakukan replanting, tambahnya.

Senada dengan Ir. Gusriani, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Siak menyampaikan bahwa potensi pengembangan padi lahan kering sangat besar khususnya di lahan perkebunan sawit  karena ini bisa menjadi solusi bagi para petani untuk mendapatkan penghasilan pada masa replanting. Kami dalam hal ini mewakili pemerintah Kab. Siak sangat berterimakasih kepada BPTP Riau atas bimbingannya kepada Kelompok Tani Setia Rukun dan kami berharap bisa menjadi contoh bagi Kelompok Tani yang lain untuk menanam padi gogo, ujar Suwandi.

Selain itu hadir pula Dahono, SP.,M.Si Peneliti BPTP Riau dan Ir. Netty Simaremare dari UPT PSB selaku narasumber dalam acara tersebut adapun materi yang disampaikan oleh Dahono, SP.,M.S dan Ir. Netty Simaremare adalah Teknologi Largo Super meningkatkan produktivitas padi Gogo dan Sosialisasi Sertifikasi Benih Padi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang petani dari Kelompok Tani Setia Rukun dan diakhiri dengan diskusi.


Write comment (0 Comments)

Percepatan Tanam sistem Gora dilaksanakan di Desa Aursati, Kec. Tambang, Kab. Kampar, Prov. Riau. Kegiatan dihadiri oleh Penjab UPSUS Prov. Riau (Ka. Puslitbanghortikultura), Ka. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Kampar, Kabid Pangan, Ka. BPTP Riau, Babinsa, Kepala Desa, Koordinator PPL, PPL, Lo Kampar, dan Petani.

Potensi lahan sawah di Kec. Tambang sekitar 800 ha namun yg ditanam dengan sistem Gogo Ranca atau yang biasa disingkat GORA sekitar 180 ha. Areal lahan sawah lainnya akan ditanami padi unggul dan saat dilakukan kunjungan ini petani baru melaksanakan semai. Penanaman padi unggul yang direncanakan pada awal bulan September 2018.

Penanaman sistem GORA dilakukan dengan cara ditugal, umur benih sekitar 25-30 hari. Varietas yang di tanam adalah lokal setempat umur panen sekitar 5 bulan. Perkiraan panen bulan Desember dan akan bersamaan dengan panen varietas unggul.

Dengan percepatan tanam diharapkan Indek Pertanaman bisa ditingkatkan dari 1 kali menjadi 2 kali dalam setahun. Untuk itu Kepala Desa mengusulkan perbaikan jaringan irigasi agar air bisa diatur sesuai kebutuhan terutama pada musim tanam ke-2. (ed.ss)


 

Write comment (0 Comments)

Launching Bogor Agro Science Techno Park (BASTP)

Hari/Tanggal: Selasa, 14 Agustus 2018

Waktu: 07.30 - 16.00

Tempat: Bogor, Jawa barat

Write comment (0 Comments)

Disela sela kegiatan Hakteknas, Kepala Balitpalma Dr. Ismail meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu tentang kurma pada Hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2018. Kegiatan dilaksanakan di lahan kebun Kurma disekitar Mesjid Agung Annur dan Alfalah. Meskipun dengan peserta yang terbatas namun Pak Ismail tetap bersemangat menyampaikan bagaimana cara budidaya Kurma, cara penyerbukan manual, pengamatan pertumbuhan tanaman dan pengendalian hama/penyakit.

Setelah meninjau ke lokasi kebun ternyata tidak hanya di Arab, Kurma juga dapat tumbuh dan berbuah di Riau. Hal ini menjadi warna baru dalam dunia perkebunan di Riau dibuktikan dengan adanya pihak swasta sudah mulai melirik untuk berbisnis kurma bahkan asosiasi kurma sudah terbentuk di Provinsi Riau. Oleh karena itu, peneliti dan penyuluh BPTP Riau harus mempelajari teknologi budidaya kurma dan lebih inovatif agar dapat memberikan penjelasan jika sewaktu waktu ada swasta atau petani yang ingin konsultasi tentang kurma. (ed.ss)


Write comment (0 Comments)