JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Selasa, 5 Juni 2018 bertempat di Aula Hang Tuah telah dilaksanakan Halalbihalal Keluarga Besar BPTP RIAU. Acara ini dihadiri oleh purna bakti, peneliti, penyuluh, serta karyawan dan karyawati BPTP Riau. Dalam sambutannya, Kepala BPTP Riau Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP. menyampaikan bahwa hari pertama bekerja yang diawali dengan acara halalbihalal ini merupakan suatu langkah yang baik. “Rasulullah SAW bersabda dalam H.R Al Baihaqi, yang artinya berjabat tanganlah kamu sekalian sesungguhnya berjabat tangan itu dapat menghilangkan dendam dalam hati” tuturnya.

Kepala BPTP Riau menyampaikan bahwa puasa ramadhan bisa dijadikan media atau sarana semacam bimtek yang memiliki 4 makna antara lain :

  1. Spiritual, kita sudah melakukan latihan selama berpuasa, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus patuh dengan aturan yang berlaku.
  2. Mental, mampu menahan menahan godaan, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus mempunyai mental yang kuat dalam menahan godaan, contohya korupsi.
  3. Sosial, mudah memberikan rezeki dan membantu orang yang membutuhkan, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus menolong rekan kerja apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.
  4. Emosional, mampu menahan amarah selama berpuasa, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita jangan mudah tersinggung.

Selain itu, Kepala BPTP Riau menyampaikan bahwa sesuai instruksi presiden, dalam rangka penegakan disiplin aparatur negara dan optimalisasi pelayanan publik setelah pelaksanan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H, dilakukan pemantauan kehadiran pada tanggal 21 Juni 2018. “Absen kehadiran pegawai BPTP Riau sebesar 97%. Terimakasih untuk bapak dan ibu yang sudah mematuhi” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh ustadz M. Akhyar Rifqi, Lc.,MA yang menyampaikan bahwa kita harus mengejar cinta Allah SWT. Apabila yang dikejar adalah cinta kepada manusia, kita akan dikecewakan. Namun, apabila kita mengejar cinta Allah SWT, maka kita akan berusaha mendapatkannya dan Allah jelas akan memperhatikan kita. “Apabila kita ingin mendapatkan cinta Allah SWT, kerjakanlah apa yang dicintai Allah SWT dengan cara menuntaskan kewajiban kita dan melengkapinya dengan amalan-amalan sunah lainnya seperti tahajud dan sedekah yang akan mengundang rezeki” imbuhnya. “Jadilah pemaaf karena persaudaraan bukan hanya karena ikatan darah, tetapi juga karena iman” pungkas ustadz M. Akhyar Rifqi, Lc.,MA Halalbihalal ditutup dengan acara salam-salaman dan dilanjutkan dengan santap siang bersama.

  

Write comment (0 Comments)

Muara Bungkal - Menjalani puasa di bulan Ramadan dan teriknya matahari tidak menghalangi anggota kelompok Tani Abadi Desa Muara Bungkal, Kec. Sungai Mandau, Kabupaten Siak untuk beraktivitas, hal ini terlihat dari semangat yang luar biasa saat melaksanakan tanam perdana jagung bersama tim kegiatan Kajian Pengembangan Sistem Usahatani Jagung Pada Lahan Pasang Surut Mendukung UPSUS Pajale di Prov Riau, Kamis (7/6/2018).

Menurut Dr. Parlin H Sinaga, SP, MP selaku penanggungjawab kegiatan, luas lahan yang digunakan untuk kegiatan ini adalah 12 ha dengan melibatkan 14 orang anggota kelompok Tani Abadi pemilik lahan. Kajian ini dilaksanakan di lahan suboptimal yg tidak produktif karena sejak lahan dicetak utk dijadikan sawah, lahan belum pernah ditanami sehingga terlantar bertahun-tahun. Petani tidak dapat menanam padi karena lahan keracunan besi dan sangat masam. Selain itu sumber air terbatas.

Varietas jagung yang digunakan yaitu Nasa 29, Bima 19 URI, Sukmaraga dan Bisma. Sebelum kegiatan penamanan ini dilaksanakan, lahan terlebih dahulu diolah dengan sempurna menggunakan jonder sambil membersihkan tunggul dan akar akar kayu hutan yg masih tersisa. Lahan diberikan pupuk kandang sebanyak 2,5 - 3 ton/ha dan dolomit 1 ton/ha.
Jarak tanam yang digunakan adalah 80 x 20 cm, benih di tanam dengan cara ditugal dan ditanami 1 benih perlubang tanam dan sekaligus diberikan pupuk urea sebanyak 300 kg/ha, TSP 200 kg/ha dan KCl 100 kg/ha yang diberikan dengan cara ditugalkan disamping kiri dan kanan lubang tanam, kemudian ditutup kembali dengan tanah. Setelah tumbuh, jagung disiram dengan pupuk hayati agrimeth.

Edi Saroha selaku Ketua kelompok Tani Abadi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada BPTP Riau yang melaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan anggota kelompok taninya, dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani abadi tentang budidaya jagung dengan aplikasi teknologi yang diterapkan. "Dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan jagung di Desa Muara Bungkal, Kec. Sungai Mandau, Kab.Siak kedepannya" tambahnya.

 

Write comment (0 Comments)

Kampar - Kepala BPTP Riau Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP mengunjungi lahan sawah milik Johanes, pemilik PT Swasembada Mandiri Bersama di Desa Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Lahan seluas 20 ha sedang dipanen menggunakan combine harvester dari luas tanam keseluruhan 74 ha.

Permasalahan budidaya yang dihadapi saat ini adalah adanya serangan blast, hama walang sangit, dan banjir tahunan. Disamping itu Johanes juga sedang membuka lahan sawah seluas 95 ha yang akan tanami pada bulan Juli 2018.

BPTP Riau diminta untuk mendampingi kegiatan ini berupa introduksi VUB padi produk Balitbangtan,  teknik budidaya spesifik lokasi, dan produksi benih padi.

Pada kesempatan tersebut Ka BPTP Riau juga mengunjungi lokasi produksi benih padi UPBS di Desa Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Benih padi yang diproduksi adalah Varietas Logawa seluas 2 ha. Saat ini pasi sedang memasuki stadia pengisian malai.

  

Write comment (0 Comments)

Pekanbaru - Selasa (5/6/2018), Bertempat di Aula Hang Tuah BPTP Riau dilaksanakan sosialisasi akreditasi laboratorium ISO/IEC 17025-2017 dengan nara sumber Dr. Romsyah Maryam dan Dr. Tati Ariyanti dari BB Veteriner. Sosialisasi ini dilaksanakan dalam 2 sesi, sesi I pemaparan ISO/IEC 17025-2017 dan sesi II adalah simulasi audit internal yang mengacu pada ISO/IEC 17025-2017. 

BPTP Riau menjadi target percepatan akreditasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Tahun 2018. Target yang ingin dicapai adalah akreditasi BPTP Riau sudah didaftarkan di Komisi Akreditasi Nasional (KAN) pada bulan September 2018. Pentingnya akreditasi ISO/IEC 17025-2017 adalah untuk standardisasi pelayanan pengujian laboratorium untuk menjadikan laboratorium BPTP Riau berstandar nasional dan internasional.

ISO/IEC 17025-2017 memiliki fitur antara lain : (1) persyaratan pengoperasian laboratorium yang kompeten dan hasil yang valid, (2) mempromosikan kepercayaan dalam pengoperasian laboratorium, (3) kesesuaian pengoperasian dengan prinsip ISO 9001, (4) meminta laboratorium merencanakan dan menerapkan tindakan untuk mengatasi resiko dan memanfaatkan peluang sebagai dasar untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen, mencapai hasil yang lebih baik dan mencegah dampak negatif, dan (4) memfasilitasi kerjasama laboratorium dengan pihak lain, serta membantu pertukaran info, pengalaman, harmonisasi standar dan prosedur.

Kepala BPTP Riau, Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP. menyampaikan bahwa akreditasi laboratorium ini bukan untuk kepentingan kepala BPTP maupun kepala laboratorium, tetapi untuk kepentingan BPTP Riau . “Seluruh elemen pegawai diharapkan membantu dan mendukung pelaksanaan akreditasi laboratorium dengan ISO/IEC 17025-2017” pungkasnya.

 

Write comment (1 Comment)

Pekanbaru - Tim Upsus Provinsi Riau melakukan koordinasi di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau beberapa hari yang lalu. Rapat ini dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Upsus Provinsi Riau, Dr. Abdul Basit.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala BPTP Riau, Dr. Ir. Nana Sutrisna,MP dan Tim BPTP Riau, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau yang diwakili oleh Gusriani dan staf, serta Tim Upsus Pusat. Pertemuan tersebut membahas capaian Upsus Bulan Mei 2018 dan strategi pencapaian LTT pada bulan-bulan berikutnya.

Untuk meningkatkan LTT, perlu didorong dengan pemanfaatan lahan kering  melalui kegiatan PATB dan segera untuk ditanam. Disamping itu perlu adanya dorongan dan pendampingan untuk meningkatkan IP 100 menjadi IP 200. Penanggung Jawab Upsus Kabupaten/Kota harus mengawal dan memastikan data LTT yang telah dilaporkan terinput dalam data BPS.

BPTP Riau telah membuat denfarm di beberapa Kabupaten untuk meningkatkan IP padi dalam rangka mendukung Upsus Pajale. Hal ini perlu adanya dukungan untuk lahan di kawasan demfarm seperti bantuan benih ataupun saprodi dari Kementan. Hal ini untuk mendorong petani mau menanam 2 kali dalam setahun.

Write comment (0 Comments)

Pekanbaru - Optimalisasi Penggunaan Alsintan (OPA) merupakan salah satu program  Kementerian Pertanian dalam upaya  percepatan pembangunan pertanian nasional. Guna mensukseskan program ini, Penanggungjawab Pusat  OPA  untuk Provinsi Riau dari Pusat Sosial Ekonomi Pertanian (PSEKP) , Dr. Herlina Tarigan beserta tim melaksanakan kegiatan sosialisasi OPA di Aula Hang Tuah BPTP Riau, Rabu (30/03/18).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPTP Riau, Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP, Ka.Sie Pupuk Pestisida dan Alsintan UPT Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Alwani, LO dan Penyuluh  BPTP Riau  untuk 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

Berdasarkan  data dari Kementerian Pertanian, Jumlah bantuan alsintan yang sudah diberikan ke petani di Provinsi Riau sebanyak 2.602 unit, yang terdiri dari 1.296 unit traktor roda dua, 121 unit traktor roda empat, 187 unit combain harvester kecil, 79 unit combain harvester sedang, 28 unit combain harvester besar dan sebanyak 891 unit pompa air. Alsintan yang sudah diberikan kepada petani diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan luas tambah tanam (LTT). 

Herlina menjelaskan  mekanisme pelaksanaan OPA meliputi : Sosialisasi, optimalisasi pemanfaatan alsintan, inventarisasi, pelaporan harian realisasi pemanfaatan alsintan tingkat provinsi dan kabupaten/kota dan memobilisasi peningkatan pemanfaatan alsintan yang dikoordinasikan oleh brigade alsintan  (Provinsi,Kabupaten/Kota, Korem/Kodim, Kecamatan/UPJA) serta melaksanakan evaluasi dan realokasi alsintan antar poktan/gapoktan/UPJA  (Kecamatan, Kabupaten/Kota, Korem/Kodim, Provinsi).

"Kegiatan sosialisasi ini juga akan dilaksanakan di tingkat kabupaten dengan mengundang kelompok tani/gapoktan/UPJA penerima alsintan, para penyuluh  serta brigade alsintan dalam waktu dekat" ujar Herlina.

 

Write comment (0 Comments)