JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Memasuki Bulan Desember, Provinsi Riau mulai memasuki masa panen. Dimulai dari Kabupaten Bengkalis yang melaksanakan panen di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan dengan luas panen mencapai 200 ha pada kamis (07/12/17) dan selanjutnya akan panen seluas 40 ha di Kecamatan Rupat.

Panen raya di Desa Mentayan dihadiri oleh Gubernur Riau, Ir H. Arsyad Juliandi Rachman, MBA, Anggota DPRD Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Bengkalis, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Dahono, SP, M.Si dari  BPTP Riau, SKPD Lingkup Kabupaten Bengkalis, KTNA serta 500 orang petani.

Gubernur Riau dalam sambutannya  mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendukung Upsus Pajale dan akan selalu meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain Kabupaten Bengkalis, masa panen juga akan berlangsung di Kabupaten Kampar yakni di Desa Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu sudah dilakukan panen seluas 28 ha pada tanggal 8 s.d 17 Desember 2017 dengan alat combine harvester, sisanya akan dipanen hingga awal januari seluas 31 ha.

Panen juga sudah dimulai di Dumai  beberapa hari yang lalu di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur dengan luasan 40 ha dan di Kabupaten Kuantan Singingi seluas 60 ha akan memasuki masa panen dalam waktu dekat ini.

Riau akan memasuki panen raya pada awal Januari 2018 sampai dengan Februari 2018 dengan perkiraan luas panen akan mencapai lebih dari 20.000 ha diseluruh sentra pengembangan padi di Provinsi Riau.

Write comment (1 Comment)

Kuantan Singingi -  Peningkatan pengetahuan petani/peternak terkait pengelolaan resiko di bidang pertanian dan peternakan dibutuhkan  dalam usaha tani dan ternaknya. Berkaitan dengan hal tersebut, BPTP Riau mensosialisasikan  program Asuransi Pertanian yang merupakan program Kementerian Pertanian  Kepada Kelompok Tani Sidodadi Makmur dan Maju Makmur di desa Langsat Hulu, Kec Sentajo Raya, Kuansing pada hari kamis (14/12/17).

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Riau, Dr Kuntoro Boga Andri, SP,M. Agr didampingi Kepala UPTD Sentajo Raya, Sukemi dan Sekdes Langsat Hulu, Welly.

Dalam arahannya, kepala BPTP Riau menyampaikan rasa syukur bahwa kelompok tani ini memperoleh hibah sebanyak 22 sapi dari Kementerian Pertanian. BPTP Riau sebagai UPT Kementan bertugas dalam mendampingi petani/peternak dalam penerapan teknologi yang baik dan benar. Lebih lanjut, kepala BPTP Riau menekankan pentingnya mengoptimalkan pemanfaatan sapi, sawit, limbah pertanian untuk peningkatan produksi pertanian dan ekonomi rumah tangga. Diharapkan petani/peternak dapat meningkatkan pengetahuan tentang kandungan nutrisi, komposisi hasil introduksi teknologi pakan dari hijauan rumput dan pelepah kelapa sawit yang diberikan pada ternak.

Sekdes Langsat Hulu menyambut baik kegiatan ini dan supaya dapat dimanfaatkan petani/peternak untuk meningkatkan pengetahuan terkait asuransi pertanian dan peternakan ini.

Materi sosialisasi Asuransi Pertanian dan ternak disampaikan oleh Rizqi Sari Anggaraini, SP,M. GFAB termasuk prosedur keikutsertaan petani/peternak dalam Program Asuransi ini. Penjelasan tentang  program SIWAB juga disampaikan oleh penjab Siwab BPTP Riau, Eka Novriandeni, SPt.

Petani/peternak sangat antusias dalam diskusi dan menyampaikan masukan terkait asuransi dan program Siwab ini, seperti apakah pembiayaan asuransi ini dapat untuk ternak yang sakit, selain itu permasalahan kurang tenaga inseminator sapi di Desa ini.


Write comment (0 Comments)

Pekanbaru - BPTP Riau ikut berpartisipasi dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia yang di adakan di komplek kediaman Gubernur Riau dengan mengadakan stand pameran. Beberapa inovasi teknologi yang dipamerkan seperti budidaya hidroponik, budidaya hortikultura, benih sumber padi, papaya merah delima dan berbagai produk olahan kelompok binaan BPTP Riau. Selain stand pameran juga dimeriahkan dengan Festival Sagu antar SMA/SMK se-Kota Pekanbaru.

Dalam kesempatan itu Gubernur Riau memberikan penghargaan Adi Karya Ketahanan Pangan kepada kelompok tani, pelopor dan pelaku yang berkontribusi dalam permasalahan ketahanan pangan dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Gubernur Riau menyampaikan bahwa komoditas sagu merupakan salah satu pilihan dalam mengentaskan masalah ketahanan pangan di Provinsi Riau. Untuk saat ini sagu sudah diolah menjadi bermacam bentuk olahan salah satunya adalah mie sagu.

#SaguRiauMenyapaDunia

#RiauProvinsiSagu


Write comment (0 Comments)

Tapung - "Kementerian Pertanian sangat bersemangat dalam mewujudkan swasembada pangan oleh karenanya BPTP Riau selaku perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian melakukan kegiatan Temu Lapang sebagai salah satu media penyampaian inovasi teknologi agar dapat diterapkan oleh petani sehingga dapat mencapai swasembada pangan tersebut" ungkap Dahono, SP,. M.Si dalam sambutannya yang mewakili Ka. Balai pada kegiatan Temu Lapang Bioindustri Sawit-Sapi hari rabu (13/12/2017) di Desa Pelambaian Kec. Tapung.

Dahono, SP,. M.Si berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Temu Lapang Bioindustri Sawit-Sapi ini dapat mengurangi limbah sawit yang ada di Desa Pelambaian serta dapat dimanfaatkan sebagai kompos.

Pada kesempatan ini Kades Pelambaian menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat desa sehingga tidak hanya mengandalkan perkebunan saja, tetapi juga mampu melakukan budidaya komoditas lain seperti cabai.

Pada Kegiata ini hadir sebagai narasumber Dahono, SP.,M.Si dan Suhendri, SP serta diikuti oleh 42 orang peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh.


Write comment (0 Comments)

Solok – Bertempat di Balitbu Tropika dilaksanakan Workshop Perbenihan Tanaman Buah Tahun 2017 dan Rencana Tahun 2018, pada tanggal 12-14 Desember 2017.

Acara workshop dibuka oleh Kapuslitbanghorti, diwakili Kabid KSPHP Puslitbanghorti Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa tanaman buah tropika diminati oleh masyarakat luar negeri, khususnya buah-buahan seperti mangga. Untuk itu kita perlu mengembangkan buah-buahan khas yang memang disukai oleh konsumen.

Selain pengembangan buah tertentu, yang tidak kalah penting adalah penguatan kelembagaan petani yang dapat mendukung berkembangnya produk buah-buahan. Dalam hal ini dapat dilihat strategi yg dimiliki oleh New Zealand yang khusus mengembangkan buah kiwi dengan kelembagaan petani yang kuat sehingga mereka mampu menjadi negara eksportir buah kiwi. 

Dalam kesempatan ini, Kepala Balitbu Tropika Solok juga menyampaikan bahwa Balitbu Tropika Solok mendapatkan tugas pengembangan 9 komoditas buah dalam APBNP 2017, diantaranya pepaya, mangga, salak, durian, dll. Total bibit buah untuk 9 komoditas buah tersebut baik yang diproduksi Balitbu dan BPTP hampir 1 juta bibit. Bibit tersebut sebagian sudah didistribusikan kepada masyarakat. Balitbu menawarkan bibit buah kepada BPTP yang ingin mengembangkan komoditas buah-buahan tertentu.

Kepala BBP2TP yang diwakili oleh Prof. Yusdar menyampaikan Padu Padan Program Taman Sains Teknologi Pertanian (TSTP) dengan program perbenihan tanaman buah  merupakan perwujudan dari program Nawacita. TSTP harus bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

 

Write comment (0 Comments)

Pekanbaru- Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) merupakan salah satu hari bersejarah nasional. Hakteknas dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia yang diperingati setiap tahunnya.

Peringatan Hakteknas yang ke-23 akan dilaksanakan di Provinsi Riau pada tahun 2018, dalam rangka mempersiapkan even tersebut Pemerintah Provinsi Riau mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “pangan dan energy”  yang bertempat di Hotel Grand Angkasa Pekanbaru, Senin (11/12).

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau A. Izazi, SE., M. Si dan dihadiri oleh SKPD Provinsi Riau, Lembaga Penelitian dan Pengembangan termasuk BPTP Riau, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha/Industri, Komunitas/Lembaga Swadaya Masyarakat dll.

Dalam sambutannya Setda menyampaikan bahwa Provinsi Riau berada di simpul pembangunan infrastruktur khususnya wilayah Sumatra dan selayaknya bersiap dalam penyelenggaraan even tersebut.

Dari hasil FGD, beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada Hakteknas tersebut antara lain; bakti teknologi, anugerah iptek, lomba kreatifitas dan inovasi tingkat provinsi, seminar ilmiah yang nantinya akan dikoordinir oleh perguruan tinggi di Provinsi Riau serta  seminar sagu tingkat ASEAN 2018

 

Write comment (0 Comments)
hacklink nedir hacklink wso shell