JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Workshop Penderasan Diseminasi Inovasi

“BPTP adalah bentuk riil dari Badan litbang Pertanian, dimana diperlukan harmonisasi antara peneliti, penyuluh, litkayasa dan tenaga administrasi. Dalam rangka penciptaan teknologi, diseminasi dan percepatan penerapan teknologi inovasi sampai ke tingkat pengguna” demikian disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS dalam sambutannya pada acara Workshop Peningkatan Kapabilitas Pejabat Fungsional untuk Mendukung Penderasan Diseminasi Inovasi Balitbangtan pada hari selasa, 28 November 2017 di Cipayung, Jawa Barat.

Beliau juga menegaskan bahwa tugas Badan litbang Pertanian utamanya BPTP saat ini semakin berat karena selain mensukseskan program-program Kementerian Pertanian, juga harus dapat membuat terobosan teknologi melalui penyiapan inovasi teknologi dan hasil-hasil penelitian kepada stakeholders sampai kepada pengguna teknologi akhir. Oleh karena itu BPTP harus dapat memanfaatkan dan merekayasa potensi wilayah yg ada seperti; sumber daya pada lahan-lahan sub-optimal (Lahan Kering dan Lahan pasang surut) dan pemanfaatan lahan di gawangan perkebunan, sehingga dapat meminimalisir dikotomi antar sektor melalui terobosan inovasi teknologi yang kita hasilkan. Menurut Syakir, tujuan akhir dari kegiatan kita tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi atau inovasi diseminasi, tetapi juga bagaimana teknologi inovasi tersebut dapat di adopsi oleh petani.

“BPTP merupakan show window  Balitbangtan, untuk itu harus ada peningkatan kinerja peneliti dan penyuluh dengan membangun capability sehingga memiliki kemampuan dalam manajemen dan pembinaan kepada juniornya. Selain itu harus ada prioritas pendidikan bagi peneliti dan penyuluh termasuk ke luar negeri” tegas Syakir dihadapan peserta workshop. Beliau juga menambahkan, apresiasi Kementerian Pertanian atas kinerja Badan litbang Pertanian khususnya BPTP yang telah ikut aktif menyukseskan program-program Kementerian Pertanian, sehingga dalam beberapa tahun terakhir negara kita sudah tidak lagi impor beras, jagung, bawang merah dan cabe segar. Namun demikian kesuksesan tersebut, merupakan tantangan kita untuk selalu siaga dalam menghadapi cekaman iklim (La nina), tentunya dengan introduksi teknologi inovasi seperti penggunaan VUB yang adaptif sebagai contoh jarwo super yang dilakukan dalam skala yang luas sehingga dapat menghasilkan produksi benih dalam jumlah yang banyak.

 

hacklink nedir hacklink wso shell