JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air

Bogor- Memperingati hari tanah sedunia, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) bekerjasama dengan HITI (Himpunan Ilmu Tanah Indonesia) melaksanakan Bimbingan Teknis dan Pelatihan terkait Teknologi Pengelolaan Tanah dan Air, serta aplikasinya pada tanggal 4-7 Desember 2017. Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 orang peneliti dan penyuluh termasuk dari BPTP Riau yang diwakili oleh Anis Fahri,SP, M.Si.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antaralain : pengenalan rekomendasi pengelolaan lahan; open house museum tanah tanggal 5 Desember;  Pengenalan dan Pemahaman Tentang Tanah, Pelatihan MOL dan Peta sumberdaya lahan pada tanggal  6 Desember; serta seminar refleksi akhir tahun HITI pada tanggal 7 Desember.

Acara dibuka oleh Kepala BBSDLP, Dr. Dedi Nursyamsi. M.Agr. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa multifungsi tanah semakin dirasakan dalam kehidupan dan keberlanjutan lingkungan dunia. Allah SWT berfirman dalam Alquran bahwa manusia pertama, Nabi Adam AS diciptakan dari tanah. Sampai saat ini keturunannya secara tidak langsung berasal dari tanah. Hal ini terlihat dari apa yang dikonsumsi seperti beras, sayuran, buah-buahan dan daging hewan yang makan rumput juga berasal dari tanah. Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa tanah menyediakan air, udara, hara tempat tumbuh dan produksi tanaman, selain itu menyimpan cadangan karbon, penyedia air bersih dan keragaman hayati. Jadi sangat penting bagi kita untuk dapat mengelola tanah secara optimal tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

Menteri Pertanian RI,  Dr. Andi Amran Sulaiman dalam peresmian Museum Tanah, mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara kaya yang memiliki sumberdaya lahan dan air dengan curah hujan berlimpah dan matahari bersinar sepanjang tahun. Masa 3 tahun ini Indonesia swasembada beras dan setahun ini swasembada jagung, hal ini terlihat dengan tidak adanya import beras dan jagung yang biasanya import jagung sebesar 3-5 juta ton pertahun. Ditargetkan negara Indonesia dapat mengekspor beras dan jagung ke negara tetangga dan ke kawasan Asia, serta menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Mentan meminta Balitbangtan melalui BBSDLP dapat menghasilkan teknologi pemupukan yang unggul pada lahan pertanian. Dengan mengadopsi teknologi dari negara eropa dan amerika. Dengan hanya menancapkan alat tersebut ke dalam tanah, langsung diketahui ketersedian unsur hara tanah tersebut, dan rekomendasi berapa jumlah pupuk yang harus diberikan.

hacklink nedir hacklink wso shell