JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosialisasi Teknologi Jarwo Super Padi

Pematang Sikek – Bertempat di desa Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir telah dilaksanakan sosialisasi teknologi jarwo super padi pada senin 18 desember 2017. Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Prov. Riau, KTNA Kabupaten Rokan Hilir, camat Rimba Melintang, KUPTD Kecamatan, tokoh masyarakat setempat dan diikuti oleh petani se-Kecamatan Rimba Melintang.

Hasil diskusi disepakati bahwa akan diadakan demplot jarwo super padi yang akan didanai oleh DPR RI sebanyak 3 ha di 3 desa yaitu Desa Pematang Sikek, Desa Mukti Jaya, dan Desa Bagan Jawa.  Masyarakat sangat berharap pembinaan yngg intensif dari BPTP Riau terkait dengan  inovasi teknologi  yang dihasilkan Litbang Pertanian. Pada kesempatan ini anggota DPR berharap hasil demplot  nantinya dapat dijadikan sebagai benih sumber untuk mengatasi kelangkaan  benih bermutu di Kabupaten Rokan Hilir.

Tim BPTP Riau beserta rombongan juga melihat keragaan jaringan irigasi di Kecamatan Rimba Melintang yang telah dibangun sejak tahun 2004,  yang berjaraknya ± 10 m dari Sungai Rokan untuk mengairi sawah seluas 1200 ha. Jaringan irigasi ini tidak dapat difungsikan karena saluran air yang dibangun sepanjang kurang lebih 6 km kondisinya retak-retak dan rusak berat, sehingga tidak dapat digunakan untuk mengairi sawah petani di beberapa desa seperti Desa Pematang Sikek, Desa Pulau Hilir, Desa Mukti Jaya dan desa-desa disekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan sawit sehingga luas tanam padi tersisa ±500 ha.

Petani bersedia meggarap kembali lahan untuk dijadikan sawah jika air tersedia dan jaringan irigasi dapat difungsikan. Oleh karena itu perlu adanya, rehabilitasi kembali jaringan irigasi dengan memperbaiki saluran sekunder menggunakan pipa serta membuat embung untuk penampungan air dari saluran sekunder ke saluran tersier serta memperbaiki pintu klep di saluran tersier.

Anggota DPRD akan menginisiasi aspirasi masyarakat untuk dibahas ditingkat DPRD Provinsi Riau. Selain itu, BPTP Riau juga diharapkan dapat memberikan solusi perbaikan saluran irigasi ini secara vertikal ke tingkat pusat sehingga permasalahan pengairan ini dapat segera diatasi.