JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Visitors Counter

762
TodayToday25
YesterdayYesterday131
This_WeekThis_Week314
This_MonthThis_Month762
All_DaysAll_Days762

Panen Raya Padi, Wabup: Meranti Perlu Dukungan Teknologi BPTP Riau

Topang - Desa Topang yang terletak di Kecamatan Rangsang  merupakan salah satu daerah terisolir di Kabupaten Kepulauan  Meranti. Untuk mencapai desa tersebut, diperlukan waktu sekitar 1 jam 30 menit dari ibu kota kabupaten (Selat Panjang) dengan menggunakan speedboat. Namun demikian, Desa ini menjadi salah satu desa binaan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti  untuk pengembangan sektor pertanian terutama komoditas padi dan berpotensi mendukung program Upsus Pajale Kementerian Pertanian.

Salah satu bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mensukseskan program Upsus Pajale di Provinsi Riau adalah dengan melaksanakan panen raya padi bersama Wakil Bupati, Drs. H. Said Hasyim, Rabu (7/2/2018). Panen raya ini juga dihadiri oleh Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Edy Nasution, Kepala BPTP Riau, Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP, Ketua DPRD Kep. Meranti, Kapolres Meranti, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jaka Insita, SP dan Camat Rangsang.

Panen ini dilaksanakan pada hamparan seluas ± 400 ha dengan varietas lokal cekau. Selain itu di Desa ini juga dilaksanakan uji coba penanaman Varietas Unggul Baru Balitbangtan Inpari 34 dan Situ Patenggang. 

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Desa Topang akan terus menjadi perhatian PEMDA dalam pengembangan dan perluasan areal persawahan di Kabupaten Kepulauan Meranti dan secara bertahap akan diperbaiki tanggul-tanggul, teknologi budidaya dan pengenalan Varietas Unggul Baru. Salah satu point penting yang disampaikan oleh Wakil Bupati adalah perlunya pendampingan teknologi oleh BPTP Riau untuk membantu peningkatan produksi padi di daerah tersebut.

Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan benih dari BPTP Riau yaitu varietas Inpari 34 dan Inpari 35 dan kedepannya varietas tersebut diharapkan bisa menggantikan varietas lokal yang masih banyak ditanam masyarakat Topang. (M, A, Z)