JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Uji Adaptasi Teknologi Budidaya Jagung di Lahan Kering

Kampar- Tim kegiatan Uji Adaptasi Teknologi Budidaya Jagung di Lahan Kering BPTP Riau beberapa hari yang lalu melaksanakan pemupukan susulan dan pemasangan ajir sampel pengamatan di lokasi kegiatan di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Pemupukan susulan dilakukan dengan cara tugal pada jarak 5-7 cm dari tanaman dengan melibatkan petani sebagai pelaksana kegiatan. Dosis yang digunakan untuk P1 = 100 kg/ha Urea; P2 = 150 kg/ha Urea; P3 = 150 kg/ha NPK + 150 kg/ha Urea; sedangkan P4 = 150 kg/ha NPK + 75 kg/ha Urea. Sebelum pelaksanaan pemupukan dilakukan pelatihan tentang cara dan dosis pupuk yang akan diaplikasikan dan dilakukan pendampingan secara ketat agar tidak terjadi kesalahan aplikasi.

Pemupukan dilaksanakan mulai dari ulangan satu dilanjutkan ulangan dua, tiga sampai seluruh ulangan selesai. Seperti halnya kegiatan sebelumnya (penjajagan, persiapan lahan, penanaman).

Selain melakukan pemupukan dilakukan pemasangan ajir pengamatan sebanyak 5 buah pada setiap kombinasi perlakuan sehingga secara keseluruhan jumlah ajir yang dipasang adalah 425 buah dengan menempatkan ajir di dekat tanaman. Agar petani juga memahami maksud dari penelitian yang dilaksanakan maka dalam penempatan ajir pun petani dilibatkan setelah dilakukan pelatihan terlebih dahulu.

Pada kesempatan ini petani juga diajak untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan permasalahan yang mungkin akan muncul dan solusinya. Selain itu akan dilakukan pembumbunan dengan tujuan untuk menghindari rebahnya tanaman yang tumbuh di bedengan, sehingga nantinya perakaran yang saat ini belum muncul tidak akan muncul di atas tanah. Jenis gulma yang tumbuh adalah jenis lulangan (Eleusine indica (L.) Gaertn) berkembang biak dengan menggunakan biji. Disamping itu akan dilaksanakan aplikasi pengendalian gulma secara campuran yaitu manual dan kimiawi dengan penyemprotan. Penyemprotan akan dilaksanakan secara selektif menggunakan semprotan secara selektif.

Di sekitar pertanaman jagung penelitian terdapat pertanaman jagung yang sudah ditanam terlebih dahulu oleh petani. Untuk mengantisipasi terjadinya migrasi serangan hama, akan dilakukan penyemprotan hama khususnya hama ulat yang menyerang batang dan tongkol.