JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Visitors Counter

762
TodayToday25
YesterdayYesterday131
This_WeekThis_Week314
This_MonthThis_Month762
All_DaysAll_Days762

Halal Bi Halal Perkokoh Persaudaraan Keluarga Besar BPTP Riau

Selasa, 5 Juni 2018 bertempat di Aula Hang Tuah telah dilaksanakan Halalbihalal Keluarga Besar BPTP RIAU. Acara ini dihadiri oleh purna bakti, peneliti, penyuluh, serta karyawan dan karyawati BPTP Riau. Dalam sambutannya, Kepala BPTP Riau Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP. menyampaikan bahwa hari pertama bekerja yang diawali dengan acara halalbihalal ini merupakan suatu langkah yang baik. “Rasulullah SAW bersabda dalam H.R Al Baihaqi, yang artinya berjabat tanganlah kamu sekalian sesungguhnya berjabat tangan itu dapat menghilangkan dendam dalam hati” tuturnya.

Kepala BPTP Riau menyampaikan bahwa puasa ramadhan bisa dijadikan media atau sarana semacam bimtek yang memiliki 4 makna antara lain :

  1. Spiritual, kita sudah melakukan latihan selama berpuasa, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus patuh dengan aturan yang berlaku.
  2. Mental, mampu menahan menahan godaan, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus mempunyai mental yang kuat dalam menahan godaan, contohya korupsi.
  3. Sosial, mudah memberikan rezeki dan membantu orang yang membutuhkan, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita harus menolong rekan kerja apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya.
  4. Emosional, mampu menahan amarah selama berpuasa, apabila diimplementasikan dalam bekerja kita jangan mudah tersinggung.

Selain itu, Kepala BPTP Riau menyampaikan bahwa sesuai instruksi presiden, dalam rangka penegakan disiplin aparatur negara dan optimalisasi pelayanan publik setelah pelaksanan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H, dilakukan pemantauan kehadiran pada tanggal 21 Juni 2018. “Absen kehadiran pegawai BPTP Riau sebesar 97%. Terimakasih untuk bapak dan ibu yang sudah mematuhi” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh ustadz M. Akhyar Rifqi, Lc.,MA yang menyampaikan bahwa kita harus mengejar cinta Allah SWT. Apabila yang dikejar adalah cinta kepada manusia, kita akan dikecewakan. Namun, apabila kita mengejar cinta Allah SWT, maka kita akan berusaha mendapatkannya dan Allah jelas akan memperhatikan kita. “Apabila kita ingin mendapatkan cinta Allah SWT, kerjakanlah apa yang dicintai Allah SWT dengan cara menuntaskan kewajiban kita dan melengkapinya dengan amalan-amalan sunah lainnya seperti tahajud dan sedekah yang akan mengundang rezeki” imbuhnya. “Jadilah pemaaf karena persaudaraan bukan hanya karena ikatan darah, tetapi juga karena iman” pungkas ustadz M. Akhyar Rifqi, Lc.,MA Halalbihalal ditutup dengan acara salam-salaman dan dilanjutkan dengan santap siang bersama.