JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Riau Terus Tingkatkan LTT

Pekanbaru - Beberapa hari yang lalu Penanggungjawab Upsus Pusat untuk Provinsi Riau, Dr. Abdul Basit bersama tim melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka peningkatan LTT di Provinsi Riau di Aula Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas TPH Bun Provinsi Riau, Sekretaris Dinas, Kabid. Tanaman Pangan,  Direktur Pengendalian Hama/penyakit, Kepala BPTP Riau, Koordinator Upsus BPTP Riau serta Tim ahli Upsus Dinas TPH Bun Provinsi Riau.

Berdasarkan pengamatan Dirjen Tanaman Pangan, Data LTT di Provinsi Riau  masih rendah dibanding data tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan data luas lahan baku. Tahun 2017 data luas lahan Baku di Provinsi Riau 72.151 ha, sementara data tahun 2018 berubah menjadi 69.946 ha, selisih sekitar 3.000 ha.  Setelah ditelusuri ternyata lahan baku  yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi berbeda secara signifikan dari 10.256 ha yang ditemukan hanya 5.651 ha.  Hal ini terjadi karena adanya pemekaran Kabupaten Kuantan Singingi dari Kabupaten Indragiri Hulu. 

Pada Bulan Juni 2018 target LTT  di Provinsi Riau seluas 4.700 ha,  dengan rincian Kabupaten Kuantan Singingi 500 ha, Indragiri Hulu 415 ha, Indragiri Hilir  1.624 Ha, Pelalawan 17 ha, Siak 360 ha,  Bengkalis 94 Ha, Rokan Hilir 500 ha, Meranti 1.1858  ha dan Dumai. Dari hasil penulusuran data, menurut Direktur perlindungan tanaman sekaligus sebagai koordinator Upsus di 3 (tiga) Provinsi, Sumbar, Riau dan Jambi bahwa terdapat daerah yang memiliki potensi lahan yang luas, namun tidak ada LTT atau hanya sangat sedikit sekali tanamannya sehingga perlu di telusuri  ke tingkat Kecamatan. Pertanaman padi di Kab. Kuantan Singingi hanya sekali dalam setahun disebabkan oleh adanya tradisi pelepasan ternak ke lahan sawah dan adanya pesta pacu jalur.  Selain itu, petani di Kuansing sangat pantang menjual  beras dan hanya untuk kebutuhan keluarga,   begitu juga untuk Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir dan Meranti.  

Penulusuran data tingkat kecamatan di lakukan di Kabupaten Kampar dan diharapkan dapat mewakili permasalahan yang ada di beberapa Kabupaten di Provinsi Riau. Ada 3 (tiga)  lokasi yang dikunjungi oleh tim upsus pusat dan provinsi yaitu Desa Aur sati, Desa  Pulau Permai dan Desa Kuapan di Kecamatan Tambang. Permasalahan tidak dilakukannya penanaman padi dua kali (IP 200) di  Desa Aur Sakti dan  Pulau Permai adalah lahan sawah sering banjir.

Dari diskusi  tim BPTP Riau dengan  dua orang petani di Desa Aur Sakti dan Pulau Permai  diperoleh informasi bahwa  rata-rata petani di desa tersebut memiliki luas lahan 1 ha, varietas yang ditanam adalah varietas lokal, yaitu Coku unggul, Coku Darat, Cantik Manis, Serumpun godang/Mutiara Bunda atau Muhanis,  umur padi rata-rata 3-4 bulan. Dosis pemupukan yang umum diberikan adalah 1/2 karung urea, 1/2 karung SP36, dan 1/2 karung  KCl.  Produksi rata- rata sangat rendah hanya di bawah 2 ton/ha. Peninjauan untuk Desa Kuapan, Kecamatan Tambang  hanya dilakukan untuk menggali potensi penanaman padi di lahan Kering.