JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kedelai

Rokan Hulu- Tanaman kedelai berumur 37 hari setelah tanam (HST) di sela tanaman kelapa sawit terkesan seperti gelaran  karpet hijau yang memanjakan mata bagi yang  memandangnya. Dengan sentuhan teknologi, lahan sela di perkebunan kelapa sawit yang awalnya “tertidur” ini menjadi lahan produktif  yang ditanamani kedelai melalui kegiatan Paket Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Perkebunan Mendukung Kemandirian Pangan di Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan kegiatan Kerjasama KP4S Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau. Lokasi pengkajian di Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu seluas 4 Hektar.

Penanggunjawab kegiatan (Dahono, SP, MSi) bersama tim (Ade Yulfida, SP, MP; dan Dian Pratama, SP) dan Teknisi (Saiful Hamdan) melaksanakan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kedelai. Perlakuan yang dilaksanakan pada pengkajian ini meliputi (1) Varietas yaitu Dena 1, Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan; (2) Paket Pupuk yaitu Introduksi Balitkabi (Pupuk organik 2 ton/ha, urea 50 kg/ha, TSP 100 kg/ha, KCL 200 kg/ha), Introduksi spesifik lokasi (pemupukan berdasarkan PUTK), dan Cara Petani.

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa keragaan tanaman kedelai bagus dan sudah mulai berbunga. Pertumbuhan tanaman pada perlakuan paket pupuk introduksi spesifik lokasi lebih bagus pertumbuhannya.

 “Seperti yang kita ketahui bahwa kesuburan tanah disini tidak sama dengan lokasi lain sehingga perlu dilakukan uji PUTK untuk mengetahui kebutuhan pupuk spesifik di lokasi pengkajian, dan keragaan tanaman yang dipupuk berdasar PUTK lebih bagus pertumbuhannya namun nanti setelah panen baru jelas hasilnya manakah introduksi teknologi yang paling baik hasilnya ”  jelas Dahono.

Dari hasil pengamatan,  hama  yang teridentifikasi di pertanaman kedelai antara lain walang sangit, belalang, dan penggulung daun. Dilihat dari jumlah hamanya  belum begitu banyak namun harus dikendalikan karena serangan hama ini bisa menurunkan produksi hingga 50 % bahkan lebih jika tidak segera dikendalikan.