JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Riau Laksanakan Seminar Bulanan

Pekanbaru - BPTP Riau melaksanakan kegiatan seminar bulanan di Aula Hang Tuah BPTP Riau, Jumat (28/09/2018). Pemateri seminar bulanan kali ini adalah Fahroji, S.TP., M.Sc. dan Rizqi Sari Anggraini, SP., M.GFAB. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPTP Riau, Peneliti, Penyuluh dan Litkayasa. 

Seminar dilakukan secara paralel dengan moderator Kurnia Tanjungsari, SP., M.Sc. Materi pertama disampaikan oleh Fahroji, S.TP., M.Sc. dengan judul “Pengelolaan Informasi Publik BPTP Riau”. Berdasarkan Pasal 1 angka 2 UU KIP, informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) memiliki tanggung jawab untuk penyediaan, pendokumentasian, pengamanan informasi dan pelayanan. Akses informasi publik BPTP Riau dapat diakses melalui website antara lain http://riau.litbang.pertanian.go.id/ind/, http://bptpriau.ppid.pertanian.go.id/, http://riau.litbang.pertanian.go.id/kopitani/ , medsos (FB, IG, Twitter, Youtube), WA center, email, dan datang langsung. BPTP Riau telah mengupdate FB 36 kali/bulan, website 18 kali/bulan, sampai dengan bulan Juli sudah ada 124 artikel website dan 31 artikel berita media online.

Memasuki era revolusi industri 4.0 yang dicirikan dengan industri yang berbasis digital, ilmu komputer, internet of things (IOT) dan analisa big data merupakan suatu tantangan tersendiri dalam pembangunan pertanian. Data harus dimanfaatkan secara lebih cerdas untuk menghadirkan tingkat efisiensi, kelincahan (agility), dan peningkatan produktivitas serta pelayanan informasi publik.

Materi kedua disampaikan oleh Rizqi Sari Anggraini, SP., M.GFAB berjudul “Model of Organic Fertilizer Utilization Made from Local Agricultural Waste as Soil Fertilizer in Riau Province”. Riau memiliki produksi pertanian yang rendah, hal ini disebabkan oleh rendahnya kesuburan tanah dan rendahnya curah hujan. Tanah merah-kuning-podsolik memiliki sifat yang sensitif terhadap erosi, perkolasi, infiltrasi rendah, pH tanah rendah, kandungan Al yang tinggi, kandungan organik rendah dan ketersediaan nutrisi yang rendah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan cara penambahan pupuk organik yang berbahan baku lokal.

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi bahan organik lokal, merumuskan strategi pemanfaatan limbah pertanian lokal sebagai sumber pupuk organik, dan merumuskan model pemanfaatan limbah pertanian lokal sebagai sumber pupuk organik. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif, di Kabupaten Kampar dengan cara melakukan wawancara dengan petani dan analisis SWOT.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, limbah organik yang potensial untuk dijadikan bahan pupuk organik di Provinsi Riau antara lain limbah tanaman pangan, limbah tanaman perkebunan, serta limbah ternak dan unggas. Strategi pengembangan pemanfaatan pupuk organik di provinsi riau yang dapat dilakukan antara lain : 1) Pemanfaatan bahan baku yang ada secara optimal, tepat dan terarah, didukung oleh program berkelanjutan, 2) Peningkatan akses pasar dan promosi, 3) Penyediaan modal ventura dengan sistem kemitraan dan 4) Pengembangan pupuk organik secara terpadu. Kesimpulan dari kajian ini adalah : 1) ada sumber alternatif pupuk organik dengan memanfaatkan bahan baku lokal, 2) faktor modal usaha, fasilitas dan infrastruktur yang terbatas adalah kelemahan utama, serta 3) perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan pupuk organik berbahan baku lokal di Provinsi Riau.