JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pendampingan Pembuatan Pakan Fermentasi Berbasis Limbah Kelapa Sawit

 

Kuatan Singingi – Sistem integrasi ternak dengan tanaman merupakan suatu pertanian yang dicirikan oleh keterkaitan yang erat antara komponen tanaman dan ternak. Keterkaitan ini merupakan suatu faktor yang dapat meningkatkan populasi ternak dan peningkatan hasil tanaman yang berimbas pada peningkatan pendapatan petani peternak. Konsep pertanian terintegrasi antara tanaman dan ternak telah lama dilakukan oleh petani, tetapi belum dilaksanakan dengan sempurna sehingga hasil yang dicapai belum maksimal.

Salah satu integrasi tanaman dan ternak adalah integrasi sapi dengan kelapa sawit. Keberhasilan kegiatan ini sangat ditentukan oleh kesungguhan petani dalam pemeliharaan dan penyediaan pakan. Masih banyak peluang yang bisa diperbaiki bila ingin menaikkan produktivitas ternak sapi. Pemanfaatan sumber daya pakan lokal dari sawit ataupun jerami padi berpeluang besar bagi pengembangan ternak sapi di Provinsi Riau.

Tim Pendampingan Kawasan Peternakan BPTP Riau Dwi Sisriyenni, SPt., M.Si. dan Eka Novriandeni, S.Pt. melakukan pendampingan pembuatan pakan fermentasi berbasis limbah kelapa sawit (Jumat, 28/09/2018). Bahan-bahan yang digunakan adalah  campuran pelepah sawit + indigofera + lamtoro 45%, BIS 23%, Solid 23%, dedak 1%, starbio 0,5%, premik 0,5%, urea 0,5%, garam 0,5%, dolomit 0,5% dan molases 3%.

Cara pembuatan pakan fermentasi berbasis limbah kelapa sawit yaitu : 1) pelepah sawit + indigofera + daun lamtoro dicacah menggunakan mesin chopper; 2) cacahan tersebut diaduk dengan solid + dedak + premix + urea + garam + dolomit + starbio + molases; 3) setelah bahan diaduk rata kemudian disimpan di dalam bak atau drum dan ditutup rapat kemudian didiamkan selama 3 minggu agar terjadi proses fermentasi; 4) pakan siap diberikan ke ternak.

Pakan fermentasi diharapkan dapat menjamin ketersediaan pakan dan petani memiliki banyak waktu luang untuk bekerja mencari nafkah untuk membiayai kehidupan rumah tangga. Selama ini petani mengeluh karena lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengurus ternak sapi dibandingkan mencari nafkah untuk keluarga.