JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Pemnafaatan Biopestisida Akar Tuba

Selasa (30/10/2018) di Desa Kualu, Kec. Tambang, Kab. Kampar, BPTP  Riau mengadakan kegiatan Bimtek Pemanfaatan Biopestisida Akar Tuba untuk mengendalikan hama tanaman sayuran.

Hadir selaku narasumber Dr. Ashol Hasyim, MS (Ahli Peneliti Utama) Balai Penelitian Sayuran Lembang, Penanggung jawab kegiatan (Anis Fahri, SP, M.Si ) dan tim (Suhendri Saputra, SP,  Ahmad Nirwan SP, Nasri Joni dan Dwi Supriatin).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah petani sayuran kelompok Tani Tanjung Mas dan Petugas Penyuluh Lapang (Leni, SP) dan sekretaris Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kab. Kampar.

Biopestisida akar tuba digunakan untuk  mengendalikan serangan hama pada bawang merah dan juga mengatasi serangan penyakit yang disebabkan oleh fusarium dengan cara menyemprotkan ke tanah. Serangan tungau pada cabai merah juga dapat dikendalikan dengan akar tuba (akarisida). Biopestisida (pestisida nabati) yang bahan aktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan (akar, batang dan buah) bersifat penghambat makan (antifeedant), penolak (repellent), penghambat perkembngan serangga (insects growth regulator), penghambat peneluran (oviposition deterrent). Bahan aktifnya berupa  atraktan (penarik aroma), Rotenon (mempengaruhi syaraf), tannin, saponin steroid, cerberin, nikotin dan terpenoid.

Proses kematian serangga oleh pestisida yakni: kontak melalui kulit, racun perut melalui mulut, racun nafas melalui hidung atau ingsang, racun sistemik, kombinasi dari kontak, perut dan nafas. Beberapa tanaman yang dapat diproses sebag ai biopestisida yakni selasih (atraktan), sereh wangi (repellen) akar tuba (Rotenon) bintaro (cerberin), Mimba (Azadiractin). Kirenyuh, kipahit, dll. Proses pembuatannya bisa melalui ekstraksi dan destilasi.

Peserta menyambut baik diadakannya bimtek ini dan berharap dapat memperoleh bahan biopestisida tersebut dan praktek pembuatan biopestisida di tingkat petani.