JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Model Pertanian Bioindustri Dengan Memanfaatkan Bahan/Massa Organik

Kampar- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau melaksanakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Model Pertanian Bioindustri kepada 25 orang petani/peternak yang berasal dari Kelompok Tani Fokus Hasil Gemilang Desa Pelambaian, Kelompok Tani Pujakesuma Desa Indrapuri dan Kelompok Tani Amanah Desa Indra Sakti, Kec. Tapung, Kab. Kampar. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Fokus Hasil Gemilang pada hari selasa, 30 Oktober 2018.

Kepala BPTP Riau yang diwakili oleh Penanggungjawab Kegiatan Bioindustri di Provinsi Riau, Dahono, SP. M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam kegiatan Bioindustri ini selain memegang prinsip zero waste juga harus berupaya untuk melakukan inovasi teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan dengan produk pasar dengan memanfaatkan bahan/massa organik yang tersedia di sekitar kita. Berdasarkan hal tersebut pada kesempatan ini BPTP Riau menghadirkan narasumber yang merupakan peneliti dari dalam dan luar BPTP Riau. “Pada kesempatan ini petani/peternak akan berlatih cara pembuatan dekomposer dari rumen sapi sebagai pengganti EM 4, Pembuatan UMB, Pembuatan POC,dan asap cair” imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, Prof. Dr. Ir. Agus Hermawan, M.Si (Peneliti Utama BPTP Jawa Tengah) dengan materi teknologi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL), Pupuk Organik Cair (POC), dan Asap Cair serta Narasumber Yayu Zurriyati, S.Pt, M.Si (Peneliti Madya BPTP Riau) menyampaikan materi tentang Urea Mineral Blok (UMB).

Prof. Agus menyampaikan bahwa MOL dapat dibuat salah satunya menggunakan bahan-bahan rumen sapi/kambing, dedak padi, molases/tetes tebu, daun singkong/daun kelor dan air. Pembuatan MOL memerlukan tong yang bisa ditutup rapat sehingga pembuatan dekomposer dalam kondisi an aerob. Rumen bisa diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan selanjutnya rumen disimpan di plastik/wadah tertutup, diusahakan jangan terkena udara terbuka. MOL ini bermanfaat untuk membantu mempercepat penguraian bahan organik termasuk untuk memfermentasi pakan ternak.

Narasumber BPTP Riau, Yayu Zurriyati menyampaikan materi tentang pembuatan UMB yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, vitamin dan mineral ternak terutama jika pakan ternak dalam kondisi miskin unsur hara. UMB ini dibuat dari bahan-bahan Molases (40%), Dedak (25%), Semen (10%), Bungkil Kelapa Sawit (10%), campuran vitamin dan mineral (1%), garam (1%) dan air untuk mengencerkan semen.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan UMB dan MOL yang melibatkan peran aktif peserta pelatihan dan didampingi oleh Tim Bioindustri BPTP Riau yang terdiri dari Umar, SP, MP; Taufik Hidayat, SP, MP; Dian Pratama, SP; Joko Suranto serta PPL dari Dinas Peternakan, Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Fernando Hutagaol, S.Pt.