JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kembangkan Keladi Ungu di Rokan Hilir, BPTP Riau Adakan FGD

Rokan Hilir- BPTP Riau melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai  pengembangan keladi ungu di Kabupaten Rokan Hilir bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir. Jumat (2/11/2018).

FGD ini dihadiri oleh Kepala BPTP Riau (Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP.), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pertanian Rohil (Isa Ahmadi), Camat Sinaboi (Muhammad Hasim), perwakilan dari BAPPEDA, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, Dinas Koperasi dan UMKM, Datuk Penghulu serta PPL di lokasi sentra Keladi Ungu.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi adanya kajian pengembangan keladi ungu di Kabupaten Rokan Hilir sehingga keladi ungu memiliki nilai tambah. Keladi ungu tidak hanya sebagai bahan baku yang dikirim ke daerah lain namun dapat dimanfaatkan menjadi olahan pangan untuk dipasarkan sehingga Rokan Hilir mendapatkan nama dari keladi ungu tersebut. "Harapan saya dengan FGD ini bisa tercapai solusi yang bagus" paparnya.

Selanjutnya Kepala BPTP Riau menyampaikan hasil kajian Pengembangan Keladi Ungu yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT.

Kondisi eksisting keladi ditanam pada lahan sawah tadah hujan dan lahan kering, pola tanam keladi-sayuran/palawija/bera, luas lahan 0,5-3 ha dengan rata-rata 1 ha, teknologi konvensional, produktivitas 20 t/ha, dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, harga jual 3.500-4.000/kg, dijual pada pedagang pengumpul, belum tersedia produk olahan dan peluang pemasarannya besar.

Dari analisis yang telah dilakukan, strategi pengembangan keladi ungu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada yaitu mempertahankan dan meningkatkan luas lahan usaha tani, meningkatkan pengetahuan budidaya keladi ungu, meningkatkan kualitas dan produktivitas serta mengembangkan pasca panen keladi ungu.

Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain : kebijakan Pemda untuk mempertahankan areal lahan keladi ungu, pelaksanaan bimtek serta mengangkat keladi ungu sebagai SDG Kabupaten Rohil. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu dengan teknologi pengolahan tepung keladi ungu, teknologi produk olahan berbahan baku keladi ungu serta teknologi pengemasan aneka produk olahan.

Pada sesi diskusi, petani dari Sinaboi mengungkapkan permasalahan bahwa sarana transportasi harus diperbaiki untuk memudahkan pengangkutan. Sejalan dengan Tim Inovasi Desa, BAPPEDA, Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan memberi dukungan dalam  pengembangan Keladi Ungu di Kabupaten Rohil dan akan memfasilitasi apa yang dibutuhkan.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengatakan bahwa pengembangan Keladi Ungu ini harus dicuatkan dan didukung oleh semua pihak yang terkait. Kepala BPTP Riau kembali menegaskan apabila keladi ungu ini akan dikembangkan harus dilakukan dengan serius dan fokus dengan dukungan dana dari Pemda.