JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Temu Lapang Teknologi Pemupukan Padi Sistem Jarwo Super

 

Kempas- Jarwo super merupakan metode menanam padi dengan merekayasa jarak tanam seolah-olah semua tanaman ada di pinggir sawah. Pada Jarwo Super ini terdapat lima hal yang harus diterapkan, yaitu Penggunaan Benih Unggul, Penerapan Biodekomposer, Penggunaan Pupuk Hayati, Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Terpadu serta Mekanisasi Pertanian.

 

Penerapan teknologi penanaman padi sistem Jarwo Super cocok untuk tanah sawah irigasi dengan kadar P (fosfat) dan K (kalium) sedang sampai tinggi, serta mempunyai kapasitas tukar kation (KTK) kategori sedang sampai tinggi. Penetapan status hara tanah P dan K diukur dengan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Di Provinsi Riau, daerah yang memiliki tanah sawah dengan kadar P (fosfat) dan K (kalium) sedang sampai tinggi terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Bengkalis (Balitbangtan, 2016).

 

BPTP Balitbangtan Riau membuat demfarm teknologi budidaya padi jarwo super yang berlokasi di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Total luas demfarm jarwo super ini seluas 5 hektar dengan varietas yang ditanam Inpari 21 Batipuah, umur bibit 18 HSS dan sistem tanam jarwo super 2 : 1.

 

Dalam rangka pemupukan padi yang berimbang spesifik lokasi, dilaksanakan temu lapang teknologi pemupukan di denfarm jarwo super, Selasa (18/7/2017) dengan narasumber penyuluh BPTP Riau Ir. Oni Ekalinda. Perangkat uji yang digunakan adalah PUTS dan Bagan Warna Daun (BWD). Temu lapang ini diikuti oleh 15 petani koperator dan non koperator. Dari hasil uji PUTS di lokasi demfarm diketahui bahwa kadar N kategori tinggi dengan rekomendasi pemupukan 200 kg/ha, kadar P kategori rendah dengan rekomendasi pemupukan SP-36 sebanyak 100 kg/ha, kadar K kategori tinggi dengan rekomendasi pemupukan KCl sebanyak 50 kg/ha. Pengukuran pH tanah di lokasi denfarm sekitar 5-6 (agak masam) dengan rekomendasi sistem drainase konvensional dan pemberian pupuk N dalam bentuk urea.

 

Keragaan tanaman padi di lokasi demfarm Jarwo Super secara visual cukup bagus dengan tinggi tanaman rata-rata 95 - 103 cm, jumlah anakan per rumpun rata-rata 27-35 batang. Umur tanamam 60 HST dan diperkirakan panen pada akhir Agustus 2017.

 

Bagan Warna Daun (BWD) disampaikan pada temu lapang ini untuk menambah pengetahuan petani dalam pemberian pupuk urea susulan. Penggunaan BWD pada saat pemupukan susulan yaitu fase anakan aktif (25 hst) dan fase primordia (35 HST). Hal ini dapat menjadi bekal petani dalam budidaya padi selanjutnya.

 

Hadir pada saat temu lapang ini, Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), Tugiyo, AMd, dan penyuluh pendamping, Suristo. (YAN)