JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Mendol: Lumbung Pangan Wilayah Perbatasan

Meranti- Tim Kegiatan Perbatasan BPTP Riau, Dr. Rustam, Drs. Empersi, Ir. Oni Ekalinda dan Rizqi Sari Anggraini, SP, MGFAB beberapa waktu yang lalu melakukan Karakterisasi Wilayah dan Agribisnis Padi di Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Pulau mendol merupakan lumbung beras bagi wilayah kepulauan di sekitar daerah perbatasan. Pulau Mendol terletak paling ujung atau tepatnya di muara Sungai Kampar. Secara geografis Pulau Mendol merupakan pecahan dari Pulau Sumatera. Sebagai sentra utama produksi padi, Pulau Mendol yang dikenal juga dengan Pulau Penyalai ini memiliki lahan sawah sekitar 5.921 ha, atau hampir 80% dari total luas lahan sawah di Kabupaten Pelalawan. Lahan sawah Pulau Mendol beragroekosistem sawah pasang surut, relatif subur, dan bertopografi datar dengan ketinggian maksimum 9 meter dari permukaan laut. Proses produksi padi di Pulau Mendol tanpa penambahan pupuk (tanpa input eksternal), baik berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Namun produktivitasnya dapat berkisar 3,8 – 4,3 ton/ha. Dengan luas lahan sawah 5.921 ha, tingkat produktivitas 3,8 – 4,3 ton/ha, dan frekwensi tanam satu kali setahun, Pulau Mendol mampu memproduksi 25.000 ton padi (15.500 ton setara beras) tiap tahunnya.

Sebagai Lumbung beras, Pulau Mendol berperan sebagai penyangga kebutuhan beras untuk masyarakat yang mendiami pulau-pulau daerah perbatasan sekitarnya. Produksi beras Pulau Mendol telah melebihi kebutuhan beras untuk penduduknya. Dengan kata lain terjadi surplus beras tiap tahunnya. Karena Pulau Mendol juga sebagai tempat transportasi penghubung antar pulau di wilayah pulau-pulau sekitarnya, beras dari Pulau Mendol  yang sering dikenal dengan nama Beras Penyalai juga diperdagangkan ke wilayah sekitarnya, seperti Tanjung Batu, Pulau Burung, Kepulauan Meranti, Karimun, Batam, dan pulau-pulau perbatasan lainnya serta mungkin saja sampai ke negara tetangga Malaysia. Kadang-kadang produksi beras tersebut menumpuk di gudang-gudang penampungan beras tiap tahunnya sehingga Pemda Pelalawan mengambil inisiatif untuk memperluas rantai pemasarannya sampai ke Ibu Kota Kabupaten, dengan membentuk gerai-gerai pemasaran di Pangkalan Kerinci meskipun dengan kondisi jarak yang lebih jauh dan biaya transportasi lebih mahal dibandingkan dengan biaya transportasi di pulau-pulau pemasaran beras sebelumnya.

Dari hasil karakterisasi, Pulau Mendol memiliki luas baku lahan sawah 5.921 ha, Jalan usahatani 181.559 m, sumberdaya air pasangsurut, kebutuhan benih padi 191 ton, produksi benih padi eksisting 34 ton, kebutuhan penangkaran benih padi 76 ha, varietas padi eksisting adalah karya pelalawan dan cekau pelalawan, pola tanam padi baru satu kali MT pertahun, produktivitas padi 3,8-4,2 ton per ha, jumlah alat pengolah lahan/traktor 50 unit, Jumlah mesin panen combine harvester dan Reeper 51 unit dan jumlah kilang padi Gudang atau RMU 65 unit.