JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kepala BPTP Riau Paparkan Model Kelembagaan Agribisnis Beras Pada Temu Teknis Penyuluh

Pangkalan Kerinci - Kepala BPTP Balitbangtan Riau, Dr. Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr didampingi Ir. Oni Ekalinda selaku koordinator penyuluh BPTP Riau menghadiri acara Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian Lapangan dan Pembinaan Aparatur Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan yang diselenggarakan di Gedung Daerah, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (26/7/2017).

 

Pertemuan Teknis ini dibuka oleh Bupati Pelalawan, H.M. Harris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Teuku Muchlis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir Syahfalefi, M.Si, Koordinator Penyuluh Provinsi Riau, Ir. Logo TB Siregar. Acara ini dihadiri oleh 71 orang penyuluh pertanian, Kepala UPTD, dan staf dinas lingkup Kabupaten Pelalawan.

 

Dalam kesempatan ini, Bupati Pelalawan menyerahkan SK CPNS bagi penyuluh di Kabupaten Pelalawan serta bantuan sebanyak 10 kendaraan roda dua untuk operasional penyuluh di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

 

Kepala BPTP Riau sebagai salah satu narasumber pada pertemuan ini memaparkan materi tentang Model Kelembagaan Agribisnis Beras di Kabupaten Pelalawan dan Koordinator Penyuluh Provinsi Riau menyampaikan tentang pembinaan penyuluh di Provinsi Riau.

 

Dalam paparannya Kepala BPTP Riau mengatakan potensi lahan sawah di Kabupaten Pelalawan adalah 7.137 ha dimana lebih dari 5.000 ha terdapat di Kecamatan Kuala Kampar. Salah satu masalah yang dihadapi untuk memajukan pertanian di Kabupaten Pelalawan adalah kelembagaan agribisnis padi yang masih lemah. Hal ini menyebabkan sarana dan prasarana usahatani belum sepenuhnya berfungsi, teknologi budidaya petani masih tradisional, kualitas dan kuantitas beras rendah, harga dan pendapatan petanipun masih rendah. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya keterkaitan antar lembaga agribisnis beras di Kabupaten pelalawan baik itu lembaga agribisnis hulu, kelembagaan usahatani, kelembagaan agribisnis hilir dan kelembagaan pemasaran.