JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Festival Kelapa Internasional

Tembilahan- World Coconut Daya (Hari Kelapa Internasional) di Inhil diperingati dengan menyelenggarakan Festival Kelapa Internasional. Acara Festival Kelapa Internasional diselenggarakan sejak tanggal 9 – 11 September 2017, dengan mengundang sejumlah daerah dan negara produsen kelapa, khususnya negara-negara Asia Pasifik Pengahasil Kelapa, seperti Papua Nugini, Philipina, India, dan lain-lain. Dari dalam negeri dihadiri oleh beberapa daerah kabupaten/kota penghasil kelapa, seperti Kabupaten Banyuasin, Gorontolo, Aceh, Jambi, dan lain-lain. Sejumlah pengusaha pelaku industri kelapa juga dihadirkan, seperti PT. Pulau Sambu Grup, PT. Inhil Sari Mas Kelapa, dan lain-lain. Festival Kelapa menampilkan beberapa kegiatan, seperti Temu Bisnis dan Seminar, Pameran Kelapa, expo Produk-produk Kelapa, Pesta penyambut delegasi, Rekor MURI Minum Serentak 10.000 butir Air Kelapa Muda Segar, Sajian 500 Jenis Makanan Berbahan Kelapa, dan Kunjungan Lapangan ke Perkebunan Kelapa Rakyat dan Pabrik Kelapa.

Festival kelapa internasional dilaksanakan di Kabupaten Inhil karena Kabupaten Inhil merupakan daerah yang memiliki hamparan pertanaman kelapa terluas di Indonesia. Secara nasional, sekitar 14,5%, atau seluas 516.400 ha pertanaman kelapa berada di Provinsi Riau. Di Provinsi Riau, pertanaman kelapa sebagian besar (83,7% atau sekitar 429.110 ha) berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Perkebunan kelapa di daerah Indaragiri Hilir didominasi oleh perkebunan rakyat (70%) dengan lahan beragroekosistem pasang surut.

Namun demikian kondisi pertanaman kelapa di Kabupaten Inhil yang perlu mendapat perhatian semua pihak pengambil kebijakan adalah ratusan hektar pertanaman kelapa di daeah Inhil mengalami kerusakan sehingga menjadi kurang produktif. Kerusakan pertanaman kelapa terutama disebabkan oleh serangan hama kumbang kelapa, intrusi air laut, dan pertanaman kelapa sudah berumur tua.

BPTP Balitbangtan Riau sebagai UPT Badan Litbang Pertanian di daerah telah melakukan beberapa peran untuk mengatasi beberapa permasalahan yang dihadapi para petani kelapa. Berkaitan dengan serangan hama kumbang kelapa yang menimbulkan sedikit gesekan antara perusahan perkebunan komoditas non kelapa dengan masyarakat petani kelapa, BPTP Balitbangtan Riau telah membantu Pemda Kabupaten Inhil melakukan kajian tentang hama kumbang yang menyerang pertanaman kelapa rakyat. Kemudian untuk menekan serangan hama kumbang kelapa, BPTP Balitbangtan Riau dalam kegiatan pendampingan tanaman perkebunan telah melakukan pengendalian hama kumbang menggunakan Teknologi Ferotrap, yakni menggunakan hormon untuk memerangkap kumbang. Dengan teknologi Ferotrap, populasi hama kumbang dapat berkurang dan serangannya ke pertanaman kelapa dapat menurun. Berkaitan dengan kajian hama kumbang, peneliti BPTP Balitbangtan Riau dianugerahi penghargaan oleh Bupati Indragiri Hilir.

 

Selengkapnya Klik Disini