JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Cooperative Farming Sebagai Inovasi Kelembagaan di Daerah Perbatasan

Pekanbaru- Dukungan Inovasi Teknologi di Daerah Perbatasan merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang bertujuan menjadikan daerah perbatasan sebagai lumbung pangan sesuai dengan kearifan local dan keunggulan kompetitif daerah. BPTP Riau merupakan salah satu instansi Badan Litbang Pertanian yang mengelola kegiatan tersebut. Dengan menjadikan Pulau Mendol sebagai lokasi pengkajian, diharapkan Pulau Mendol akan menjadi lumbung beras bagi kepulauan di wilayah sekitar daerah perbatasan.

Berdasarkan hasil kegiatan Participatory Rural Appraissal (PRA) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, didapatkan permasalahan yang dihadapi oleh petani setempat. Masalah yang dihadapi sangat komplek, mulai dari kurangnya pemodalan untuk memulai usahatani padi, kurangnya peralatan dan mesin pertanian untuk menggarap lahan hingga masalah pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Dalam rapat internal kegiatan yang dilaksanakan diruang pertemuan Kepala Balai, Selasa (12/9), Dr. Rustam, SP., M.Si menyampaikan laporan kemajuan kegiatan Dukungan Inovasi Teknologi di Daerah Perbatasan. Untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani Pulau Mendol, akan dibuat demplot percontohan padi di atas lahan seluas 5 ha. Di demfarm ini akan diintroduksikan paket Teknologi Jarwo Super, dengan komponen teknologi : 1) Penggunaan benih bermutu dari VUB potensi hasil tinggi (inpari 21 Batipuah dan Batang Piaman), 2) Pemberian biodekomposer, 3) Pemberian pupuk hayati dan pemupukan berimbang, 4) Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, dan 5) Penggunaan alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen. Melalui teknologi jarwo super diharapkan produksi padi dapat meningkat, mengingat petani setempat selama ini hanya menggunakan teknologi tradisional, bahkan sebagian hanya melakukan 4T (Tebas, Tanam, Tinggal, Tuai).

Sementara itu, untuk menjawab permasalahan kurangnya permodalan dan lemahnya kelembagaan pemasaran, Dr. Kuntoro Boga Andri, SP., M. Agr menyampaikan konsep Cooperative Farming. Pendekatan kelembagaan melalui Model Cooperative Farming merupakan upaya pemberdayaan kelompok tani melalui rekayasa social, ekonomi, teknologi dan nilai tambah. Dalam praktek cooperative farming, manajemen perusahaan (corporation) diterapkan terutama saat pengadaan sarana produksi, pengolahan lahan menggunakam alsintan dan pemasaran hasil. Pelaksanaan Cooperative Farming juga mengacu kepada kesepakatan bersama anggota kelompok berdasarkan permasalahan dan masukan dari peneliti dan penyuluh dan didasarkan pada pengalaman petani di lapangan (Rsa).