JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyusunan ARAM II Produksi Tanaman Pangan Provinsi Riau

Pekanbaru- Perbedaan Data LTT Harian dan Sensus Pertanian (SP) BPS pada kegiatan UPSUS Pajale Provinsi Riau melatar belakangi dilaksanakannya kegiatan rapat penyusunan angka ramalan II yang diselenggarakan oleh Dinas TPH Bun Provinsi Riau di Hotel Furaya (05/09). Acara ini dihadiri oleh tim UPSUS Pusat, Ir. Mewa Ariani, MS, perwakilan BPTP Riau, Tim UPSUS dari  Provinsi Riau dan kabupaten/kota se provinsi Riau. Pemaparan data LTT Harian dan Sensus Pertanian BPS oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Riau, Ibu Gusriani dilanjutkan diskusi tentang justifikasi perbedaan data harian LTT dan SP BPS dari masing-masing kabupaten/kota se Provinsi Riau.

Dalam sambutannya,  Mewa Ariani sangat mengapresiasi  tim UPSUS Provinsi Riau yang telah bekerja keras untuk peningkatan LTT Pajale dan berharap terus bekerjasama dengan semangat.  Selain itu, anggaran APBN P yang sudah dapat digunakan dapat diserap untuk pelaksanaan kegiatan di masing-masing kabupaten/kota se Provinsi Riau. “Ada pekerjaan tambahan, karena menurut evaluasi serapan gabah, Provinsi Riau termasuk dalam kategori rendah’ ujar Mewa.

Dari hasil diskusi, beberapa hal yang mendasari perbedaan angka LTT harian dan pencatatan SP (BPS) antaralain : 1) Kurangnya koordinasi antara petugas lapangan dan kabupaten,2)  Adanya data luas tanam bersih dan kotor, 3) Realisasi padi pada dua musim tanam 2017 melebihi luas musim tanam 2016, namun untuk jagung dan kedelai pada musim tanam 2017 masih dibawah 2016, 4) Perubahan data lahan sawah terbaru seperti data cetak sawah di setiap kabupaten/kota harus dilaporkan ke SP lahan dan menyurati ke BPS dan dinas Provinsi, 5) Pembatalan tanam Kedelai APBNP disertai surat resmi kabupaten/kota ke dinas provinsi, 6)  Dinas kabupaten/kota yang sanggup tanam kedelai APBN P segera melengkapi pemberkasan, dokumen yang tidak lengkap dapat mengakibatkan gagal bayar, 7) Bantuan yang dialokasikan dari Bantuan pemerintah dan bantuan sosial yang sudah dialokasikan tidak terserap di 2017 akan mempengaruhi dana di 2018 (reward dan punishmen), 8) LTT yang dilaporkan adalah penanaman yang bersumber dari bantuan pemerintah, bantuan sosial, dan swadaya serta 9) kevalidan data yang dilaporkan.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi data harian LTT dengan SP BPS oleh tim BPS dengan tim Upsus kabupaten/kota.