JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Setda Kampar : Kembalikan Kejayaan Jeruk kampar

Bangkinang - Ka. BPTP Riau, Dr. Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr  dan Penjab PKAH, Sri Swastika, SP bersama 8 orang peneliti dari Balitjestro,  Ir. Arry Supriyanto, MS, dkk melaksanakan koordinasi pengembangan jeruk di Kabupaten Kampar. Koordinasi dilaksanakan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kampar, Drs H Yusri, M.Si dan Kepala Dinas Pertanian TPH Kabupaten Kampar Henry Dunan, SP, MMA.

Ka. Balai menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan jeruk, namun pengembangannya terkendala  karena adanya pembatas antara lain kurangnya  penerapan teknologi yang telah dihasilkan dan masalah pemasaran. Untuk pemasaran diperlukan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah, hal ini dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan Agroindustri besar, menengah maupun kecil.

Arry Supriyanto dalam penjelasannya mengatakan Kab. Kampar pernah memproduksi bibit jeruk sampai 4 juta bibit dan menyebar ke seluruh provinsi terutama di Sumatera. Kampar pernah menjadi produsen bibit jeruk terbesar yang memiliki potensi pengembangan yang luar biasa. Oleh karena itu Kampar akan dijadikan salah satu daerah yang akan menjadi sumber bibit jeruk di Indonesia.  Dalam waktu dekat akan dibuat demplot perbenihan jeruk dengan menerapkan teknologi yang dihasilkan oleh Balitbangtan/Balitjestro sehingga diharapkan dapat menjadi percontohan terutama untuk petani jeruk di Kab. Kampar.

Menurut Sekda Kab. Kampar pada tahun 1980an Kuok menjadi sentra jeruk dengan kualitas buah yang baik. Namun saat ini terjadi penurunan kualitas buah yaitu rasa buah yang masam dan penampilan buah yang kurang menarik. Ke depan dibutuhkan perbaikan mutu buah untuk mengembalikan kejayaan jeruk kampar."Dengan adanya dukungan dari BPTP Riau dan Balitjestro ini semoga impian tersebut dapat tercapai. "Tambahnya.

Lebih lanjut Sekda mengatakan Pemda kampar mendukung penuh kegiatan-kegiatan pengembangan pertanian  yang muaranya untuk kesejahteraan petani. Selain jeruk komoditas buah lain yang juga membutuhkan dukungan teknologi antara lain nenas, jambu air dan rambutan.