JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan dan sumber bahan baku industri bahan pangan, kosmetika bahkan bahan baku sumber energi alternatif. Selain itu limbah pabrik kelapa sawit berupa cangkang dimanfaatkan sebagai arang briket, dan tandan kosong sebagai bahan baku kompos sedangkan limbah cairnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Melihat kegunaannya, maka  pengembangan komoditas ini akan memberikan pengaruh sebagai penyedia lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan petani sebesar 1,72 % (Syahza, 2003).

 Luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau pada tahun 2013 mencapai 2, 40 juta hektar, (BPS Riau, 2014); 45 % diantaranya adalah perkebunan rakyat.  Produksi perkebunan rakyat pada umumnya jauh dibawah perkebunan milik negara maupun perkebunan swasta dengan tingkat produktivitas antara 12 hingga 16 ton tandan buah segar (TBS) per hektar sementara potensi produksi komoditas ini bisa mencapai 30 ton/ha. Produktivitas CPO perkebunan rakyat rata-rata 2.5 ton dan 0.33 ton minyak inti (PKO) per hektar sementara pada perusahaan perkebunan rata-rata mencapai 4.82 ton CPO dan 0.91 ton PKO per hektar (BBP2TP, 2008).

Permasalahan rendahnya produksi perkebunan kelapa sawit rakyat adalah belum diterapkannya teknologi secara tepat mulai dari penggunaan bibit unggul, teknologi budidaya dan panen/pasca panen. Penggunaan bibit asalan akan berdampak dalam jangka panjang yakni produksi yang rendah. Selain itu dalam budidaya, petani pada umumnya hanya menerapkan teknologi sederhana yang diketahui secara  tidak langsung dari petani lainnya sesuai dengan kemampuan finansialnya.

Selengkapnya...

Download File:  PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT