JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

LIMBAH SAGU SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA

Meranti - Program swasembada daging (sapi) dapat tercapai dengan salah satu upaya meningkatkan populasi sapi.  Peningkatan populasi sapi dapat dilakukan seiring dengan perbaikan dan peningkatan ketersediaan pakan sapi. Saat ini padang pengembalaan sebagai penyedia pakan hijauan sudah sulit ditemui di berbagai daerah karena kondisi perubahan iklim tersebut. Oleh karena itu menemukan pakan alternatif pengganti hijauan rumput sangat penting untuk dilakukan. Bahan pakan tersebut disyaratkan tersedia secara kontinyu, produksi terkosentrasi pada suatu tempat dan secara sosial dapat diterima oleh masyarakat.

Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penghasil pati sagu terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Riau (2013) luas perkebunan sagu di Riau sekitar 82,713 Ha dan produksi 281.784 ton/tahun. Dari total produksi sagu tersebut, diasumsikan terdapat potensi daun sagu sebesar 25.360.560 tangkai dan dihasilkan pelepah daun sagu 3.606.271,623 ton. Perkebunan sagu terluas di Provinsi Riau terdapat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Lahan tanaman sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 45.000 ha, dan sekitar 20.000 ha telah dikelola secara semi budidaya. Selama ini daun sagu dibuat anyaman untuk dinding rumah dan ampas sagu masih dibiarkan menumpuk di sekitar kilang sehingga dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Ampas sagu/repu memiliki nilai protein yang sangat rendah. Hasil  analisis Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Kimia UIN Suska Riau (2014) melaporkan bahwa kandungan nutrisi ampas sagu BK 47,20 %, PK 0.83%,  SK 11,44%, LK 0.99%, abu 1,80% dan BETN 84,94%, dan kandungan fraksi serat ampas sagu ADF 13,79%, Lignin 10,34%, NDF 39,65%, Selulosa 1,74% dan Hemiselulosa 39,65%.  Oleh karena itu perlu sentuhan teknologi meningkatkan kandungan protein dan energi juga menurunkan kandungan NDF dan ADF limbah sagu (Simanihuruk, 2011).

Proses Fermentasi limbah sagu

Pelepah dan daun sagu dicacah menggunakan parang atau mesin pencacah (chopper). Pelepah dan daun sagu yang telah dicacah kemudian dicampur dengan bahan lainnya, dengan persentase yakni :  60 % cacahan pelepah dan  daun sagu, 30% ampas sagu,  5.75 % dedak, 0,25% urea,  3% molases dan 0,1%  garam.  Probion ditambahkan masing-masing perlakuan   0,5% dari  total bahan. Semua bahan diatas dicampur sampai rata.  Campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam tong atau karung palstik dan difermentasi secara anaerob.

 

Hasil analisis Proksimat fermentasi lmbah sagu

Kadar air        : 11.16g/100g

Protein           : 5.65 g/100g

Lemak           : 0.78 g/100g

Energi            : 3573 Kcal/kg

SK                 : 23.46 g/100g

Abu               : 15.09g/100g

Ca                 : 0.51g/100g

P                  : 0.25 g/100g

hacklink nedir hacklink wso shell