JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PEMUPUKAN N,P DAN K PADI SAWAH TADAH HUJAN

Peningkatan produktivitas tanah untuk menghasilkan padi yang tinggi merupakan salah satu tantangan yang terus akan dihadapi untuk mewujudkan ketahanan pangan. Sehingga untuk mencapai peningkatan produksi tersebut diperlukan suatu teknologi pengelolaan lahan secara berkelanjutan, diantaranya adalah melalui teknologi pemupukan.

Padi sawah merupakan konsumen pupuk terbesar di Indonesia. Efisiensi pemupukan  padi sawah di Indonesia masih rendah (30 – 50%). Penggunaan pupuk kurang rasional dengan keragaman yang tinggi N (Urea) berkisar antara 0 – 800 kg/ha, P (TSP) antara 0 – 250 kg/ha dan K (KCl) antara 0 – 200 kg/ha. Hal ini akan mengakibatkan inefisiensi, degradasi sumberdaya lahan (penurunan kadar C organik) dan akibat pencemaran Sumber Daya Lingkungan akibat residu pupuk. Efisiensi pemupukan tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani, juga terkait dengan keberlanjutan sistem produksi (sustainable production system), kelestarian lingkungan, dan penghematan sumberdaya energi.  Oleh karena itu dalam penerapan teknologi pemupukan, penetapan kebutuhan pupuk perlu memperhatikan ; (a) kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi, (b) kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara, (c) target hasil yang diinginkan dan (d) jenis pupuk yang digunakan. Pertimbangan perihal tersebut diperlukan agar pencapaian produksi pertanian dapat dioptimalkan (Abdulrahman, S et al. 2002).

Sampai ini pupuk untuk padi sawah belum digunakan secara rasional sesuai kebutuhan tanaman serta kemampuan tanah menyediakan unsur unsur hara, sifat sifat tanah, kualitas air pengairan dan pengelolaan oleh petani. Kelebihan pemberian pupuk selain merupakan pemborosan dana , juga menganggu keseimbangan unsur unsur hara dalam tanah dan pencemaran lingkungan (Sri Adiningsih et al., 1989; Mursidi et al., 1991 Puslittanak, 1992a, 1992b), sedangkan pemberian pupuk yang terlalu sedikit tidak dapat memberikan tingkat produksi yang optimal.

Di propinsi Riau pemupukan N, P dan K untuk padi sawah di masih bersifat umum yaitu sekitar 200 – 300 kg Urea/ha/musim, 100 – 150 kg TSP/ha/musim dan 100 kg KCl/ha /musim. Penentuan rekomendasi tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan kandungan hara dalam tanah dan keperluan hara bagi tanaman padi, sehingga kurang efisien.

Saat ini rekomendasi pemupukan spesifik lokasi masih terbatas pada lokasi-lokasi penelitian dan pengkajian atau didaerah yang sudah memiliki peta status hara P dan K yang lebih rinci. Namun peta status hara P dan K tanah sawah yang telah tersebar belum dilengkapi dengan arahan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi hingga tingkat kecamatan.

Sebenarnya banyak cara dan metode yang dapat digunakan dalam menentukan rekomendasi pemupukan N, P, dan K. Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan lembaga international dan nasional seperti International Rice Research Institute (IRRI),  dan produsen pupuk telah menghasilkan dan mengembangkan beberapa metode dan alat bantu peningkatan efisiensi pemupukan N, P dan K untuk tanaman padi sawah antara lain Bagan Warna Daun (BWD) untuk pemupukan N, petak Omisi, dan Paddy Soil Test Kit Perangkat Uji Tanah Sawah, PUTS)    untuk pemupukan P dan K.

Dengan keluarnya rekomendasi pemupukan N, P dan K pada padi sawah spesifik lokasi (Keputusan Mentri Pertanian Nomor: 01/Kpts/SR.130/1/2006) tingkat kecamatan. Kegiatan verifikasi sangat diperlukan untuk mengevaluasi keakuratan rekomendasi pemupukan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk N, P, dan K pada lahan sawah tadah hujan yang tepat dan efisien,  serta mengimplementasikan merekomendasikan pemupukan N, P, dan K.

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui data dan rekomendasi pemupukan N, P, dan K padi sawah pada lokasi dengan status hara P dan K tinggi.

Selengkapnya...

Download File : PEMUPUKAN N,P DAN K PADI SAWAH TADAH HUJAN

hacklink nedir hacklink wso shell