JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Diseminasi

 DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI KOMODITAS STRATEGIS DAN

HASIL PENGKAJIAN SPESIFIK LOKASI

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau sebagai penyelenggara fungsi inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi tepat guna spesifik lokasi, penelitian, pengkajian dan perakitan teknologi pertanian spesifik lokasi serta penyiapan paket teknologi hasil pengkajian dan bahan untuk penyusunan materi penyuluhan pertanian, berusaha mendekatkan hasil penelitian kepada pengguna teknologi sehingga teknologi tersebut dapat bermanfaat melalui program diseminasi. Agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pengguna teknologi, hasil-hasil penelitian dari balai penelitian komoditas di tingkat wilayah, harus dilakukan verifikasi dan adaptasi untuk mendapatkan teknologi spesifik lokasi sesuai dengan karakteristik agroekologi dan sosial ekonomi setempat.

Pada Tahun Anggaran 2017, BPTP Balitbangtan Riau melaksanakan jenis kegiatan diseminasi, meliputi 1) Temu Informasi Teknologi (TIT) dan Pemecahan Masalah, (2) Peningkatan Kapasitas Penyuluhan, (3). Diseminasi Kegiatan Litkaji (Pameran dan Publikasi, Temu Teknis Litkaji, Dialog Interaktif), dan (4) Pekan Nasional (PENAS).

1. TEMU KOMUNIKASI TEKNOLOGI DAN PEMECAHAN MASALAH

Kegiatan Temu Komunikasi, Informasi dan Praktek Pemecahan Masalah ini, dilaksanakan sebanyak empat kali pada empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Hasil pelaksanaan Temu Komunikasi dan Praktek Pemecahan Masalah yang dilaksanakan pada tahun 2017, dapat dilihat pada uraian berikut ini :

a.  Kabupaten Indragiri Hulu

Kegiatan Temu Informasi Teknologi dan Pemecahan Masalah di Kabupaten Inhu bertajuk Pemanfaatan Lahan Pekarangan oleh PKK Kabupaten Inhu untuk pertanaman cabai merah dan sayuran dalam rangka mendukung Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai). Temu Komunikasi Informasi dan Praktek Pemecahan Masalah (Temu Kiprah) ini dilaksanakan di Balai Desa Candirejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu sebagai tindak lanjut penandatangan MoU antara BPTP Riau dengan TP PKK Provinsi Riau. Pada kesempatan ini BPTP Riau memberikan bibit cabai sebanyak 2300 Batang bagi PKK di Kabupaten Inhu.

Temu Kiprah ini menghadirkan 3 narasumber yaitu Kepala BPTP Riau, dengan materi “Teknologi Budidaya Cabai”; Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Inhu Rahmat,SP, MSi. dengan materi “Kebijakan dan Dukungan BKP Kabupaten Inhu dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Pertanaman Cabai dan Sayuran; dan materi Penanganan Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai oleh Tim PKAH BPTP Riau, Suhendri Saputra, SP.

b. Kabupaten Pelalawan

Kegiatan Temu Informasi Teknologi dan Pemecahan Masalah di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dalam rangka Launching Gertam Cabai oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir H. Andi Amran Sulaiman, MP. Dalam acara Launching Gertam ini diserahkan secara simbolis bibit cabai oleh Menteri Pertanian kepada Ibu Bupati Kabupaten Pelalawan, , Hj. Ratna Mainar Harris, selaku ketua TP PKK Kabupaten Pelalawan. Selanjutnya Menteri Pertanian didampingi Gubernur Riau, Bupati Pelalawan, Pangdam I Bukit Barisan, Kepala BPTP Riau dan anggota DPRD I Provinsi melakukan launching Gertam Cabai di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar.

Menindaklanjuti pencanangan Gertam Cabai oleh Mentan, Kepala BPTP Riau dan Tim BPTP Riau melaksanakan Temu Komunikasi, Informasi dan Praktek Pemecahan Masalah (Temu Kiprah) pemanfaatan lahan pekarangan oleh Ibu-ibu PKK untuk pertanaman cabai serta budidaya ternak ayam KUB. Pada acara ini diserahkan bibit cabai merah sebanyak 3600 batang dan 200 ekor ayam KUB kepada PKK di Desa Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini mengenai Budidaya Cabai dan Penanganan OPT pada Cabai,materi lainnya adalah Budidaya Ternak Ayam KUB.

c.  Kabupaten Kampar

Kegiatan Temu Informasi Teknologi dan Pemecahan Masalah di Balai desa Sei. Geringging, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 2 Agustus 2017 dan diikuti oleh 45 orang peserta yang terdiri dari: 5 orang penyuluh dan 40 orang petani yang merupakan perwakilan dari 7 kelompok tani.

Kegiatan Temu Informasi Teknologi dan Pemecahan Masalah ini diisi dengan penyampaian 3 materi oleh peneliti dan penyuluh BPTP Riau, Adapun materi yang disampaikan adalah:

  1. Teknologi Budidaya Bawang Merah dari TSS (True Shallot Seed) oleh Sri Swastika,
  2. Pengenalan dan Pembuatan Pestisida Nabati oleh Rachmiwati Yusuf, S.Pi., M.Si yang dilanjutkan dengan praktek pembuatan pestisida
  3. Organisme Pengganggu Pada Tanaman Bawang Merah oleh Suhendri Saputra, SP

Bersamaan dengan kegiatan ini Kepala BPTP Riau menyerahkan bibit cabai sebanyak 600 kepada Kepala Desa Sei. Geringging

d. Kabupaten Kepulauan Meranti

Kegiatan Temu Informasi Teknologi (TIT) dan Pemecahan Masalah di Kabupaten Kepulauan Meranti bertajuk “Optimalisasi dan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan di Lahan Pesisir” dilaksanakan di kantor desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti pada hari Rabu, tanggal 15 November 2017 dan diikuti oleh 45 orang peserta yang terdiri dari petani serta penyuluh pertanian lapangan

Narasumber yang hadir

  1. Dahono, SP,. M.Si, dengan materi Pengendalian Hama Tikus
  2. Parlin Halomoan Sinaga, SP., MP, dengan materi Teknologi Budidaya Padi dan Jagung di Lahan Salin
  3. Rachmiwati, S.Pi.,M.Si, dengan materi Pengenalan dan Pembuatan Pestisida Nabati
  4. Marsid Jahari, SP.,MP, dengan materi Perbenihan Padi dan Jagung

2. PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUHAN

1. Kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan penyuluh tentang metodologi pengkajian penyuluhan dan diseminasi hasil litkaji

Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dengan tema “Peningkatan kapasitas penyuluh untuk percepatan diseminasi hasil litkajibangrap Provinsi Riau”. Peserta pelatihan adalah tenaga  penyuluh pertanian PNS di Provinsi Riau terdiri dari penyuluh BPTP Riau, penyuluh Provinsi dan Kabupaten dengan jumlah 37 orang.

2. Kegiatan peningkatan kapasitas komunikasi, efektivitas, produktivitas dan kualitas diseminasi dan pengembangan inovasi pertanian spesifik lokasi mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian

Bentuk kegiatan adalah mengikuti kegiatan workshop/temu teknologi yang terkait dengan informasi teknologi inovasi Badan Litbang Pertanian dan program strategis Kementerian Pertanian.

3. Kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di wilayah kerja binaan penyuluh BPTP

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :

a. Pembinaan dan melatih penyuluh di wilayah kerja penyuluh BPTP Riau

Pembinaan dilakukan terhadap penyuluh di BPP pada Wilayah Binaan Penyuluh BPTP Riau. Tujuannya adalah :

  • Peningkatan kapasitas penyuluh dalam memahami dan mendiseminasikan teknologi hasil litkaji Balitbangtan kepada petani pengguna teknologi
  • Identifikasi kebutuhan teknologi inovasi di wilayah kerja penyuluh

Perbaikan materi, metode dan media diseminasi sesuai dengan spesifik lokalita

b. Pendampingan teknologi pada GAPOKTAN

Permasalahan utama yang dihadapi petani dalam penerapan teknologi introduksi adalah terbatasnya fasilitas penunjang usatani dan kelembagaan tani yang dapat melayani kebutuhan petani secara tepat (waktu, tempat, jumlah, jenis dan harga) seperti jaringan irigasi, jalan usahatani, alsintan, kios saprodi , permodalan dan pasar. Terkait dengan upaya pemecahan masalah, petani berharap agar BPTP dapat menginisiasi untuk menjembatani rencana tindak lanjut pemecahan masalah tersebut kepada pemangku jabatan di daerah sehingga introduksi teknologi BPTP dapat diterapkan petani sesuai dengan anjuran yang direkomendasikan.

c. Demfarm teknologi jarwo super padi lahan pasang surut

Keragaan pertumbuhan tanaman serta hasil padi yang diperoleh dari penerapan teknologi pada demfarm teknologi jarwo super seluas 5 ha menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan teknologi yang dilakukan petani. Produksi padi yang dihasilkan dari demfarm sebesar 11,1 ton/ha GKP, sedangkan pada lahan petani dengan teknologi eksisting diperoleh hasil sebesar 4,76 ton GKP. Analisa ekonomi menunjukkan RCR 3,79 pada demfarm dan 1,43 pada teknologi petani. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi jarwo super padi layak untuk dikembangkan. Paket teknologi jarwo super yang diintroduksikan adalah (i) penggunaan Varietas Unggul dan Benih Bermutu yaitu inpari 21 Batipuah yang rasa nasinya pera sesuai dengan selera masyarakat, (ii) Penggunaan Pupuk Hayati (Agrimeth) produksi Balitbangtan, (iii) Penggunaan pupuk organik (Biodekomposer) produksi Balitbangtan,(iv) Pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pestisida secara tepat (dosis,sasaran, waktu, cara dan bahan aktif) dan (v) penggunaan alsintan terutama untuk tanam dan panen.

Demfarm jarwo super yang dilakukan di desa Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kaji terap teknologi jarwo super untuk lahan pasang surut. Keberhasilan teknologi jarwo super padi di lahan irigasi kabupaten Indramayu Jawa Barat dengan hasil 14 ton/ha GKP menjadi acuan dalam penerapan teknologi ini. Untuk memastikan penerapan pada setiap komponen teknologi jarwo super yang dilakukan petani, maka dilakukan pengawalan dan pendampingan kepada petani kooperator, sedangkan untuk mempercepat perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dikawasan hamparan demfarm, dilakukan sekolah lapang (SL). Untuk memperluas informasi teknologi dalam cakupan skala yang lebih besar, dilakukan panen raya yang dihadiri oleh Gubernur Riau, Bupati Kab. Inhil, Korem, dan jajaran terkait tingkat Provinsi Riau dan Kabupaten Inhil, tokoh masyarakat dan sekitar 1.500 orang petani se Kabupaten Inhil.

d. Temu lapang massal teknologi jarwo super padi

Tujuannya adalah untuk akselerasi diseminasi teknologi inovasi kepada petani pengguna secara massal

3. DISEMINASI KEGIATAN LITKAJI (PAMERAN DAN PUBLIKASI, TEMU TEKNIS LITKAJI, DIALOG INTERAKTIF

a. Pameran

Pada Tahun Anggaran 2017 Pameran dan Publikasi terlaksana sebanyak 5 (lima) kali, dengan mengikuti agenda Badan Litbang Pertanian dan Kementerian Pertanian serta disesuaikan dengan materi dan topik yang tersedia tetapi untuk realisasinya, Pameran dan Publikasi yang telah terlaksana pada tahun 2017 antara lai:

  • Pameran  Tahrib Ramadhan 1438 H Lingkup Balitbangtan Kementerian Pertanian
  • Pameran Gerakan Aku Cinta SagU
  • Pameran Riau Expo 2017
  • Pameran Dies Natalies UIR Ke-55
  • Pameran Hari Pangan Sedunia

b. Publikasi

  • Pencetakan Kalender Tahun 2018
  • Pencetakan Buku Petunjuk Teknis
  • Publikasi Mass Media

c.Temu Teknis Litkaji

Kegiatan Temu Teknis Litkaji telah dilaksanakan di Grand Indobaru Hotel Selat Panjang Kabupaten Kep. Meranti yang dikuti oleh 50 orang penyuluh se Kabupaten Kep.Meranti.

4. PEKAN NASIONAL (PENAS)

BPTP Riau turut berpartisipasi pada kegiatan PENAS ke XV di Banda Aceh. Acara ini berlangsung pada tanggal 6-11 Mei 2017 di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya Banda Aceh.

 

DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI KOMODITAS STRATEGIS DAN

HASIL PENGKAJIAN SPESIFIK LOKASI

 

Pada Tahun Anggaran 2016, BPTP Riau melaksanakan  jenis kegiatan diseminasi, meliputi:

  1. Temu Komunikasi dan Praktek Pemecahan Masalah
  2. Temu Informasi Teknologi
  3. Peningkatan Kapasitas Penyuluhan
  4. Temu Teknis Litkaji (PAJALESABABE)
  5. Pameran/Expo
  6. Dialog Interaktif di TV Lokal
  7. Gelar Teknologi Hazton
  8. Taman Agroinovasi

Temu Komunikasi dan Praktek Pemecahan Masalah

Pada tahun 2016, kegiatan ini dilaksanakan di 3 Kabupaten, yaitu di Kab Rokan Hulu terkait topik teknologi varietas unggul kedelai yang dibudidayakan dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), kemudian di Kab Kampar dengan tujuan untuk melaksanakan diseminasi hasil penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan oleh Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman Jatisari kepada para petani pelaku, yaitu mengenai metode pengendalian penyakit pada tanaman jeruk, yaitu dengan pemanfaatan agen hayati jamur Trichoderma sp. dan Gliocladium sp dan teknik pembuatan pestisida nabati untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang menyerang tanaman jeruk. Selanjutnya di Kab Siak dengan melakukan praktek Gerdal Tikus akibat mewabahnya hama tikus di lahan pertanaman padi.

Temu Informasi Teknologi

Pada Tahun 2016, kegiatan ini dilaksanakan di 4 Kabupaten, yaitu di Kab Indragiri Hulu yang menyajikan 7 makalah. Pelaksanaan temu informasi teknologi berikutnya adalah di Kab Bengkalis dimana BPTP Balitbangtan Riau menyajikan 7 materi terkait informasi teknologi. Selanjutnya di Kab Rokan Hulu dengan tema teknologi budidaya aren, dan terakhir di Kab Indragiri Hilir dengan topik teknologi pengolahan kelapa.

Peningkatan Kapasitas Penyuluhan

Kegiatan yang dilaksanakan pada peningkatan kapasitas penyuluhan adalah sbb:

  1. Penyusunan program penyuluh pertanian,
  2. Temu teknis penyuluhan,
  3. Narasumber berbagai kegiatan,
  4. Koordinasi dengan Sekretariat Badan Penyuluhan Pertanian Provinsi maupun Kabupaten.
  5. kegiatan workshop, ekspose dan pameran yang diadakan oleh instansi Litbang Pertanian maupun Instansi daerah.

Temu Teknis Litkaji (PAJALESABABE)

Pada tahun 2016, terdapat 4 kegiatan temu teknis litkaji yang dilaksanakan, yaitu:

  1. Pemanfaatan Agen Hayati Parasitoid Trichogramma sp. di Kab Kampar
  2. Teknologi Budidaya Jagung dan Kedelai di Kab Kepulauan Meranti
  3. Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi di Kota Dumai
  4. Teknologi Penanganan Pascapanen Padi, Jagung, dan Kedelai di Kab. Indragiri Hulu

Pameran dan Expo

Pada tahun 2016, BPTP Balitbangtan Riau berpartisipasi dalam beberapa pameran, diantaranya adalah:

  1. Pekanbaru Ekspose di Kota Pekanbaru
  2. Pameran MTQ di Kab Siak
  3. PEDA XV KTNA di Kab Indragiri Hulu
  4. Pameran Perpustakaan di Perpustakaan Prov Riau, Pekanbaru
  5. Hari Pangan Sedunia (HPS) di Boyolali, Jawa Tengah

Dialog Interaktif di TV Lokal

BPTP Balitbangtan Riau rutin melaksanakan Dialog Interaktif bekerjasama dengan Riau TV, dimana yang terakhir dilaksanakan adalah pada tanggal 14 Januari 2016 pukul 17.00 WIB yang ditayangkan secara Live di Riau Televisi yang beralamat di Jl. Soebrantas KM 10.5 Panam. Tema dialog interaktif tersebut adalah Antisipasi perubahan iklim terhadap produktivas Pertanian Provinsi Riau.

Gelar Teknologi Hazton

Teknologi Hazton merupakan salah satu inovasi teknologi dalam rangka peningkatan produktivitas padi. BPTP Riau pda tahun 2016 mencoba untuk mendiseminasikan inovasi teknologi tersebut melalui display tanaman padi yang dilaksanakan di Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak.

Taman Agroinovasi

Pada tahun 2016, kegiatan yang dilaksanakan pada Taman Agroinovasi meliputi: (i) terbangun dan terpeliharanya satu paket taman agroinovasi di lingkungan BPTP Riau; (ii) terlaksananya layanan dan konsultasi teknologi pertanian di taman agroinovasi; (iii) terlaksananya diseminasi teknologi inovasi pertanian dalam bentuk taman agroinovasi