JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bawang Hitam Versus Kanker

Bawang hitam menyelamatkan tubuh dari jerat kanker dan radikal bebas

Penderita kanker payudara di Indonesia cenderung meningkat. Per Januari 2019 Kementerian Kesehatan mencatat kasus kanker payudara di Indonesia sebanyak 42,1 per 100,000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 orang per 100.000 penduduk. Angka itu merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya. Kanker payudara menjadi kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks.

Menurut dokter di Rumah Sakit Atmajaya Jakarta utara, dr. Benyamin Intosius, kanker merupakan keadaan pertumbuhan sel tunggal yang abnormal dan tidak terkendal. Seiring pertumbuhannya, kanker membentuk suatu jaringan yang ganas dan menyebar ke bagian tubuh lain. Semua bagian tubuh yang teraliri darah -selain kuku dan rambut- berpotensi terserang kanker. Begitu juga dengan payudara.

Bawang Hitam

Menurut Benyamin penyebab kanker beragam. "Kanker dapat timbul akibat factor genetik, hormon, dan lingkungan,” kata alumnus Universitas Tanjungpura, Pontianak itu. Pertumbuhan kanker terkadang sulit terdeteksi. Tak sedikit kasus deteksi kanker yang terlambat. Pemeriksaan payudara sendiri (sadari) prosedur pemeriksaan mandiri yang dianjurkan untuk deteksi dini.

Payudara yang menjadi tempat bertumbuhnya kanker biasanya terlihat dari ukuran yang berbeda. Ketika diraba akan terasa benjolan yang berbeda dari bagian lainnya. Menjaga tubuh agar tetap bugar salah satu upaya mencegah segala penyakit, termasuk kanker. Penanganan kanker di dunia medik terus berkembang. Menurut Benyamin pada stadium awal,dokter lazimnya melakukan bedah lokal untuk menangani kanker.

Bawang putih fermentasi atau bawang hitam berkhasiat mengatasi sel kanker.

Adapun dokter melakukan bedah radikal pada stadium awal fase lanjut. Pada kanker payudara jaringan payudara, otot penyangga, kelenjar getah bening di sekitarnya harus ikut diangkat. Bila kanker mendesak ke stadium selanjutnya akan disarankan untuk kemoterapi dan radioterapi. Selain itu sebagian anggota masyarakat memanfaatkan beragam ramuan tanaman obat untuk mengendalikan kepiting ganas itu.

Salah satu herba mengontrol kanker adalah bawang hitam. Bawang hitam sejatinya umbi lapis bawang putih. Pengolahan berupa proses fermentasi dengan pengendalian suhu dan kelembapan menyebabkan Allium sativum berubah warna menjadi hitam. Banyak bukti ilmiah bawang hitam untuk kanker pada skala laboratorium dan pada hewan uji.

Periset dari Binzhou Medical College, Provinsi Shandong, Tiongkok, Xin Wang dan rekan, membuktikan, ekstrak bawang hitam secara signifikan menghambat perumbuhan kanker lambung pada tikus.  Pada uji praklinis itu Xin Wang melibatkan 5 tikus jantan yang diinduksi sel kanker kanan ketiak tikus. Kelompok tikus yang sisi mengonsumsi 800 gram ekstrak bawang hitam per ekor pertumbuhan kankernya terhambat.

Bukti ilmiah

Selain itu, bawang hitam juga memberikan efek antioksidan dan peningkatan imun atau kekebalan tubuh. Menurut riset Shunsuke Kimura dan rekan dari National Taiwan University, bioaktivitas bawang akan berbeda ketika melalui proses pemanasan, salah satunya adalah aroma menyengat akan berkurang karena penurunan kandungan alisin. Perbedaan suhu fermentasi bawang akan mempengaruhi kenampakan dan rasa.

Shunsuke menyatakan, bawang akan menghitam secara optimal pada suhu 70-80°C. Fermentasi pada suhu yang lebih rendah ideal untuk menghasilkan bawang hitam yang bermanfaat. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi mempercepat proses pematangan tetapi muncul rasa pahit dan asam yang tidak nyaman di lidah. Selain itu pemanasan bawang segar meningkatkan aktivitas senyawa polifenol dan flavonoid.

Hasilnya, antioksidan bawang hitam lebih kuat dibandingkan dengan umbi famili Liliaceae itu dalam kondisi segar. Menurut riset II Sook Choi dan rekan dari Kyung Hee University, kandungan flavonoid bawang hitam meningkat seiring waktu lama pemanasan. Sebelum pemanasan atau berupa bawang putih, kadar flavonoid hanya 3,22 mg RE per g. Namun, setelah pemanasan hari ke-21 maka kadar flavonoid berkurang secara perlahan.

Titik tertinggi flavonoid berada pada pemanasan hari ke-21 sebesar 16,52 mg RE per g. sangat signifikan dibanding bawang putih segar yang hanya mengandung 3,22 mg RE per g flavonoid. Periset asal Seoul, Korea Selatan, itu menyatakan senyawa antosianin yang bertugas menangkal radikal bebas juga terdapat pada bawang hitam. Konsumsi bawang hitam akan memberikan rasa baru di lidah. Teksturnya lunak menyerupai dodol tapi tidak memiliki rasa manis karena pemanasan mereduksi kandungan gula.

(sumber: Trubus Mei 2019)

2018 takipçi satın alma Gnlerimizi geride bırakırken Şimdi yıl 2019 Oldu

Herzaman sizinleyiz

Her gn açılan web siteler

ama 2018 yılına damgayı vuran sitemiz

Takip2018.com Sizlere en iyi hizmeti sunmaya devam etmekte