JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Paria, sayuran dengan berbagai khasiat

Siapa yang tidak kenal paria. Buah berbintil halus dengan rasa sedikit pahit ini acapkali mudah ditemukan di pasar atau pedagang makanan seperti siomay maupun warteg (warung tegal). Walaupun buahnya pahit, namun telah lama dikonsumsi baik dalam bentuk lalapan maupun olahan makanan seperti sayuran.

Paria atau pare memang telah dikenal banyak orang akan manfaatnya. Setidaknya ada sekitar 30 sebutan di seantero dunia yang diberikan untuk pare ini. Selain di Indonesia, di Cina pare popular dengan sebutan ku gua, sedangkan di bberapa negara lainnya, terkenal dengan nama African cucumber, bitter grund, bitter melon, springkomkommer, balsam pear, maidnens blush, karela dan karel. Secara botani, tanaman ini juga memiliki banyak nama yaitu Momordiac balsamina blanc, Momordica sylindrioca blanco, Momordica jagorana c Koch, Momordica operculate Vell, dan Cucumis africanus Lind. Tumbuhan merambat ini berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama daerah India bagian barat, yaitu Assam dan Burma dan termasuk dalam anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae.

Di bidang kesehatan, kemanjuran paria sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ahli kecantikan dan pengobatan tradisional BRA Mooryati Soedibyo mengatakan, paria termasuk tanaman yang semua bagiannya berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit. Buah, biji, daun hingga akarnya sangat baik untuk obat. Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan paria misalnya tekanan darah tinggi, panas dan gangguan mata.

Aneka bagian pare dapat dimanfaatkan, tidak hanya daun (folium), buah (fructus), dan bijinya. Akar (radix) pare pun dapat digunakan sebagai obat disentri amuba. Sifat khas tanaman ini adalah pahit, mendinginkan dan membersihkan darah. Selain itu, buah pare juga mengandung albiminoid (pembuat rambut dan kuku), karbohidrat dan zat warna. Sedangkan daunnya mengandung momordisina, momordina, keratin, resin, dan minyak lemak. Bijinya mengandung saponin, alkanoid, triterpenoid, dan asam momordial. Tak kurang dari 20 zat kimia terkandung dalam pare yang menyebabkan rasa pahit, dingin, anti radang, dan merasuk ke jantung, hati, hingga paru-paru. Pare juga dipakai sebagai pemicu enzim pencernaan. Itu sebabnya pare dapat digunakan untuk pelunak dahak, pembersih darah, penambah nafsu makan, penurun panas, penyegar badan, pereda batuk, penyembuhan penyakit kulit dan kelamin, dan sariawan.

 

 

Sumber: Majalah Hortikultura