JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Atasi Kolesterol dengan Daun Salam

Daun salam yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan, memiliki banyak khasiat. Di antaranya menyembuhkan berbagai gangguan seperti kolesterol, kencing manis, dan hipertensi.

Daun salam (Syzygium polyanthum[Wight] Walp.) memiliki banyak khasiat untuk mengobati tubuh kita. Kehebatan daun salam tersebut antara lain mengatasi kadar kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit maag (gastritis), diare, dan menurunkan berat badan. Sedangkan buahnya dapat digunakan untuk mengatasi mabuk alkohol.

Cara pemakaiannya tidak sulit. Untuk obat yang diminum, silakan Anda merebus daun segar atau daun yang telah dikeringkan (7-20 lembar) dengan api kecil selama 1 jam. Sedangkan untuk pemakaian obat luar, giling daun, kulit batang atau akar dari tanaman salam ini sampai halus. Setelah itu, bubuhkan hasil gilingan tersebut ke tempat yang sakit, seperti kudis dan gatal-gatal.

Untuk lebih jelasnya ada beberapa contoh cara pemakaian pengobatannya. Untuk sembuhkan diare. Silakan daun salam segar dicuci hingga bersih (15 lembar). Tambahkan 2 gelas air, lalu rebus air tersebut sampai mendidih selama 15 menit. Selanjutnya, masukkan sedikit garam. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.

Contoh lainnya untuk pengobatan maag. Cuci daun salam segar (15-20 lembar) hingga bersih. Daun yang sudah bersih tersebut tambahkan air setengah liter, lalu direbus hingga mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya. Setelah dingin, minum airnya seperti teh. Lakukan itu setiap hari sampai rasa perih dan rasa kembung di lambung hilang.

Tanaman salam yang masuk suku Myrtaceae ini memiliki banyak nama, tergantung daerahnya. Di kalangan suku Melayu biasa dikenal dengan sebutan meselangan dan ubar serai. Sedangkan masyarakat sunda bisa menyebutnya salam atau gowo Kebanyakan suku Jawa menamainya manting dan salam. Nama sebutan salam ini juga cukup familiar untuk suku Madura.

Menurut Ayo Mengenal Tanaman Obat yang diterbitkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, salam ditanam untuk diambil daunnya dan digunakan sebagai bahan pelengkap bumbu dapur. Untuk kulit pohonnya, biasa digunakan sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bamboo. Buah salam dapat dimakan. Salam ini dapat diperbanyak dengan biji, cangkok atau setek.

Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m. Salam adalah nama pohon penghasil daun rempah yang digunakan dalam masakan Nusantara.

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Indonesian bay-leaf atau Indonesian laurel. Pohonnya berukuran sedang, bisa mencapai tinggi 30 m. Kulit batang berwarna cokelat abu-abu, memecah atau bersisik. Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, gundul, dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal tampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus.

Sedangkan karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2-8 cm, muncul di bawah daun atau kadang-kadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan 4, kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm, mahkota lepas-lepas, putih, 2,5-3,5 mm, benang sari banyak, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok, piringan tengah agak persegi dengan warga jingga kekuningan. Buah buni membulat atau agak tertekan, 12 mm, bermahkota keeping kelopak, berwarna merah sampai ungu kehitaman apabila masak.

 

Sumber: Majalah Sains Indonesia