JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Obati Hepatitis dengan Daun Meniran

Tanaman meniran (Phylanthus niruri l.) yang mudah dijumpai di sekitar kita memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.Daun meniran dapat untuk mengobati hepatitis dan menambah nafsu makan. Khasiat lain dari tanaman yang tumbuh liar di halaman rumah atau di samping pagar ini untuk membersihkan hati memperjelas penglihatan, antiradang, Manfaat lainnya dari herbal ini adalah meredakan demam, (antipiretik), meluruhkan kencil (antidiuretik), mengobati bisul, dan meluruhkan dahak.

Dalam sejarah obat tradisional Indonesia, meniran sebenarnya telah dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit. Dari mulai radang dan batu ginjal, susah buah air kecil, disentri, ayan, penyakit lever, sampai rematik. Bagian yang digunakan herbal segar atau yang telah dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Simplisia kering dapat disimpan dan didinginkan jika diperlukan. Rasa herbal ini agak pahit, manis, bersifat sejuk.

Cara pemakaian meniran bisa dengan cara diminum dan dioleskan untuk pemakaian luar. Untuk yang diminum, rebus lima pohon meniran kering atau 10 pohon meniran segar. Cara lain, tumbuk hingga halus herbal meniran segar, lalu diperas dan diminum. Untuk pemakaian luar, giling herbal segar, lalu bubuhkan pada tempat yang sakit (borok, bisul, skabies), lalu dibalut. Bisa juga dengan merebus herbal segar dan gunakan air rebusan untuk mengobati bisul di kelopak mata.

Tanaman yang masuk suku Euphorbiaceae ini memiliki banyak nama, tergantung daerahnya. Dikalangan masyarakat Jawa dikenal dengan nama meniran. Sedangkan masyarakat Sunda menyebutnya memeniran, meniranijo DiTernate lebih familier dengan nama gosau ma dungi roriha dan warga Maluku menamainya gosau ma dungi

Tempat Lembab

Meniran tumbuh liar di tempat yang lembab dan berbatu, misalnya di sepanjang saluran air, semak-semak, dan tanah telantar di antara rerumputan. Tumbuhan ini bisa ditemukan di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut.

Tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi 30-50 cm dan bercabang-cabang ini batangnya berwarna hijau pucat (P niruri) atau hijau kemerahan (Purinaria). Daunnya tunggal, letak berselang. Helaian daun bulat telur sampai bulat, memanjang, ujung tumpul, pangkal membulat, permukaan bawah berbintik kelenjar, tepi rata, panjang sekitar 1,5 cm, lebar 7 mm, berwarna hijau.

Dalam satu tanaman ada bunga betina dan bunga jantan. Bunga jantan keluar di bawah ketiak daun. Menurut Ayo Mengenal Tanaman Obat yang diterbitkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, bunga betina keluar di atas ketiak daun. Buah kotak, bulat pipih, licin, bergaris 2-2,5 mm. Biji kecil, keras, berbentuk ginjal, berwarna cokelat.

 

Sumber: Majalah Sains Indonesia