JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Obati Tekanan Darah Tinggi dengan Seledri

Tanaman seledri yang banyak digunakan untuk lalapan ini memiliki segudang manfaat. Di antaranya menyembuhkan aneka macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, asam urat, rematik, dan asma

Tanaman seledri (Apium graveoles L.) yang sudah banyak dikenal masyarakat sebagai salah satu bahan santapan makanan sehari-hari ini bisa juga mengatasi pusing tujuh keliling (vertigo) disertai sakit kepala, tungai bengkak karena timbunan cairan, masuk angin, mual, dan diare. Tanaman ini juga bisa mengobati bronchitis, batuk, mata ker ing (xeroftalmia), tidak nafsu makan, alergi, kencing berdarah (hematuria), keluhan menopause, gangguan menstruasi, dan penyubur rambut.

Akar tanaman seledri dapat menyembuhkan kolesterol darah tinggi, dan air seni mengandung lemak. Sedangkan biji tanaman seledri berkhasiat untuk mengobati penyakit pada hati dan limpa, sakit perut setelah melahirkan, rematik, dan asam urat tinggi dalam darah.

Cara pemakaian untuk pengobatan sehari-hari tidak sulit. Menurut Ayo Mengenal Tanaman obat yang diterbitkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, untuk pemakaian obat luar, silakan giling herbal segar sampai halus. Setelah itu usapkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang. Tanaman yang masuk suku Umbelliferae (apiaceae) ini di kalangan suku Jawa memiliki banyak sebutan, antara lain saladri, seleri, sederi, daun sop, dan daun soh.

Seledri telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai unsur pengobatan dan penyedap masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, China dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan makanan sup.

Seledri terdiri dari tiga jenis, yakni seledri daun atau iris, seledri potongan atau tangkai, dan seledri berumbi. Seledri daun atau iris (A.graveolens kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak dipakai di masakan di Tanah Air. Seledri potongan atau tangkai (A.graveolens kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen dalam salad.

Sedangkan seledri berumbi (A. graveolens kelompok rapaceum), yang membentuk umbi di permukaan tanah. Seledri ini biasanya digunakan dalam masakan sup. Umbi ini kaya provitamin A dan K. Seledri yang banyak ditanam di Indonesia dalah seledri daun. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalapan.

Jika seledri ditanam di daerah tropis, ukuran batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji. Seledri yang tumbuh di Indonesia tersebar di beberapa daerah, seperti Brastagi, Sumatera Utara serta Pacet,Pangalengan dan Cipanas (Jawa Barat).

Seledri adalah tanaman kecil, kurang dari satu meter tingginya. Daun tersusun gemuk dengan tangkai pendek. Tangkai ini pada kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sayuran terpisah dari induknya. Pada masyarakat tertentu, umbinya yang membesar juga dapat dimakan. Bunganya tersusun majemuk berkarang. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap.

 

Sumber : Majalah Sains Indonesia

hacklink nedir hacklink wso shell