Tim SDG BPTP Riau Observasi Padi Toleran Rendaman Spek Lok Kab. Kuansing

Hits: 54

Kuansing- Peneliti BPTP Balitbangtan Riau (Dr. Parlin H Sinaga, SP., MP) melaksanakan koordinasi sumberdaya genetik padi toleran dan sensitif terhadap rendaman dengan Bappedalitbang Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (5/10/2021).

 
Kegiataan ini bertujuan untuk memperoleh informasi SDG padi toleran rendaman spesifik lokasi sebagai pembanding pada Inpari 30, Inpara 3, Inpara 8, dan Inpara 10, Sirendah Putiah, Sagiro Putih, Kuning, Saronda Kuning, Padi Gondok, Ronda Putiah dan Limbayang yang sedang diuji Bappedalitbang di Kecamatan Sentajo Raya.
 
Preferensi petani terhadap kultivar lokal tersebut cukup tinggi tetapi produktivitas masih rendah hanya berkisar 2-5 ton/ha GKG. Menurut informasi petani, kebanyakan padi lokal tidak tahan terhadap rendaman. Jika terendam hingga ujung tanaman, maka dalam 3 hari tanaman akan mati. Namun ada beberapa kultivar yang biasa ditanam petani di sekitar aliran sungai, diduga memiliki sifat toleran rendaman. Hal ini perlu diobservasi sebagai alternatif jika VUB toleran rendaman yang diintroduksi tidak sesuai dengan preferensi petani.
 
Pada kesempatan ini bersama tim Bappedalitbang Kuansing juga dilaksanakan pengamatan pertumbuhan padi toleran rendaman dan perendaman tahap 1.
 
Menurut Dr. Parlin tim SDG BPTP Balitbangtan Riau akan melaksanakan observasi kultivar lokal pada fase vegetatif, fase berbunga, dan panen kultivar lokal yang diduga toleran rendaman.